
| Sabtu, 16 November 2002 | Sala |
Pemudik Tak Diarahkan ke Stasiun
TIRTONADI- Untuk persiapan menghadapi arus mudik menjelang Lebaran mendatang, jajaran aparat keamanan akan mendirikan empat pos unit kecil lengkap (UKL) yang ditempatkan di Terminal Tirtonadi, Jurug, Pasar Klewer, dan Kerten. Selain itu ada dua pos tambahan, antara lain di Stasiun Solo-Balapan. Setiap pos UKL akan berkekuatan sekitar 60 personel terdiri atas jajaran kepolisian, DLLAJ, sukarelawan PMI, dan petugas kesehatan. Persiapan itu disampaikan dalam rapat persiapan menghadapi Lebaran di ruang pertemuan Terminal Bus Tirtonadi Solo, kemarin. Rapat dipimpin Kepala Subdinas Lalu Lintas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Drs Y Herman Sudrajad didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Terminal Bambang Tukowibowo ST dan dihadiri sejumlah wakil instansi terkait.
Untuk memperlancar arus lalu lintas di kawasan terminal, pada pertemuan itu diputuskan semua bus dilarang menurunkan penumpang di jalan (di luar) dekat terminal. Selain itu sejumlah bus jurusan ke timur dan selatan yang tidak lewat ring road utara tidak boleh melewati simpang empat Gilingan setelah keluar dari pintu timur terminal. Bus jurusan itu harus lewat Jalan Setiabudi (selatan terminal) setelah melewati pintu keluar. Sepuluh Persen Menyinggung kemungkinan ledakan penumpang arus mudik dalam 7-H lebaran, Bambang Tukowibowo memperkirakan akan mencapai sekitar 10%-15%. Karena itu, pihaknya sudah menyiapkan semua fasilitas dalam melayani penumpang. ''Saat mengantisipasi arus mudik, kami mengutamakan peningkatan pelayanan kepada penumpang yang masuk ke terminal.'' Menyoal soal keruwetan terminal pada saat arus mudik, ujar dia, selama masa Lebaran semua bus yang selesai menurunkan penumpang arus mudik diarahkan untuk beristirahat di Pusat Pergudangan Pedaringan. Hal itu dimaksudkan agar tidak istirahat di terminal yang dapat mengurangi lahan parkir bus. ''Beristirahat di Pedaringan akan lebih fresh dan dapat melanjutkan perjalanan pada hari berikutnya.'' Pada pertemuan itu, Kepala Stasiun Solo-Balapan Haryono mengharapkan pihak terminal tidak menggiring ledakan penumpang ke stasiun. Pasalnya, rangkaian gerbong kereta api sudah ditetapkan, yaitu 12 gerbong setiap rangkaian dan tidak bisa ditambah. Tambahan penumpang dari terminal bus justru akan merugikan penumpang itu sendiri, sebab diperkirakan tidak akan bisa terangkut oleh kereta api. Menanggapi hal itu, Kepala UPTD Terminal Bus Tirtonadi berjanji akan berupaya melayani semua penumpang dan tidak akan digiring ke Stasiun Solo Balapan. ''Akan kami usahakan para penumpang di terminal bisa terangkut total oleh bus. Apalagi Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyediakan bantuan bus cadangan. Mengenai jumlahnya, saya belum tahu persis.''(sri-17j) |