logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 16 November 2002 Berita Utama  
Line

Sekolah Internasional Terima Ancaman Lagi

JAKARTA - Australia kemarin menyatakan menerima informasi tentang ancaman baru terhadap warga Barat di Indonesia. Informasi tersebut mendorong dilakukannya penutupan beberapa sekolah internasional besar di Jakarta.

Juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia di Canberra mengatakan, ancaman itu merupakan yang kedua sejak pengeboman di Bali pada 12 Oktober yang menewaskan hampir 200 orang, termasuk lebih dari 90 warga Australia.

''Kami menerima informasi tentang sekolah-sekolah internasional di Jakarta yang mungkin menjadi sasaran unsur-unsur teroris,'' kata juru bicara tersebut.

''Informasi yang kami peroleh itu telah kami sampaikan ke pihak keamanan Indonesia dan pejabat-pejabat sekolah sehingga mereka dapat bertindak tepat,'' jelasnya.

Sumber keamanan Barat yang berbasis di Jakarta menyebutkan, Sekolah Internasional Jakarta telah memperingatkan para orang tua murid tentang ancaman tersebut sekitar tengah malam. Menurut sumber itu, keempat kampus sekolah tersebut akan ditutup demi alasan keamanan.

Seorang pejabat di Australian International School-yang diguncang serangan granat sekitar setahun lalu-mengatakan, sekolah itu telah diperintah agar ditutup oleh pejabat Kedubes Australia.

Ditutup

''Semua sekolah internasional di Jakarta ditutup pada hari itu. Kami diberitahu bagian keamanan Kedubes untuk menutup sekolah itu pada Jumat,'' kata Nur, seorang anggota staf.

Dia tidak menjelaskan kapan sekolah-sekolah itu, yang mempunyai beberapa ribu siswa, akan dibuka kembali.

Banyak pebisnis internasional dan orang asing di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia itu mendapat peringatan sejak pengeboman Bali bulan lalu.

Namun, Australia dikecam Indonesia karena sikapnya yang berlebihan tak lama sesudah pengeboman yang menghancurkan dua kelab malam dan gedung-gedung sekitarnya di Kuta, Bali.

Ribuan orang berkumpul di lokasi pengeboman tersebut, kemarin, untuk mengenang mereka yang meninggal dan ambil bagian dalam seremoni membersihkan daerah tersebut dari ''pengaruh jahat''.

Beberapa negara termasuk AS, Australia, dan Inggris, mendesak warga negara mereka untuk tidak mengunjungi Indonesia dan mengeluarkan peringatan perjalanan segera sesudah pengeboman Bali. Beberapa kedubes telah memerintah stafnya yang tidak punya urusan penting untuk meninggalkan Indonesia.

''Kami akan terus memperingatkan warga Australia tentang risiko perjalanan apa pun,'' tambah juru bicara Deplu dan Perdagangan Australia itu. (rtr-ben-46e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA