
| Sabtu, 16 November 2002 | Berita Utama |
Kapolri Juga Tersinggung
JAKARTA- Pertemuan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar dengan Amrozi tidak hanya membuat pejabat tinggi Australia kesal atas gaya tersangka peledakan bom di Bali itu. Sebab, ternyata Kapolri pun mengaku tersinggung. ''Saya pun kalau melihat gaya dia (Amrozi) ya tersinggung sekali. Tapi apa kita larang dia. Setiap orang kan punya hak dilindungi, walaupun dia tersangka,'' kata Kapolri usai salat Jumat di Masjid Al Ikhlas, Mabes Polri. Menurut Da'i, dia merasa tersinggung atas pengakuan Amrozi yang mengatakan senang sekali sewaktu ditanya bagaimana perasaan saat bom meledak. Seperti diberitakan, Rabu (13/11) lalu Kapolri menemui Amrozi. Dalam pertemuan yang diliput sejumlah media itu, Amrozi tampak sangat santai melayani pertanyaan Kapolri. Tersangka bahkan tampak tersenyum dan melambaikan tangan. Sementara Kapolri juga tampak tertawa mendengar jawaban ''nakal'' Amrozi. Tampilan kedua orang ini membuat sejumlah pejabat tinggi Australia uring-uringan. Kapolri menuturkan, tanya-jawab antara dirinya dan Amrozi dua hari lalu itu bukan dalam rangka investigasi. Penampilan keduanya yang akrab dan penuh tawa itu dimaksudkan untuk membantah tudingan adanya rekayasa dalam pengakuan Amrozi. ''Itu hanya memberikan klarifikasi apa yang dijelaskan Amrozi sebelumnya, bukan hasil rekayasa dan bukan hasil penekanan. Makanya kita tampilkan dalam suasana santai. Jadi, dalam suasana itu untuk mencairkan ketidakpercayaan masyarakat, maka saya tampilkan Amrozi,'' jelasnya. Mengenai lambaian tangan Amrozi, Kapolri menjelaskan, hal itu dilakukan karena diminta wartawan. ''Tapi apa yang ditampilkan kemarin, siapa yang suruh mengangkat tangan, kan kalian (wartawan) juga. Kan wartawan yang minta Amrozi mengangkat tangan. Diminta, ya dia mengangkat (tangan),'' kata Kapolri. Selanjutnya Kapolri menandaskan, polisi tak mengistimewakan Amrozi. Perlakuan terhadap Amrozi dalam tahanan tetap seperti para tahanan lainnya. Tanggapi Amien Sementara itu, menanggapi pernyataan Ketua MPR Amien Rais agar segera dilakukan rekonstruksi, Polri sudah melakukan lebih awal. ''Rekonstruksi terhadap Amrozi seperti yang diusulkan Ketua MPR sudah dilakukan polisi. Seperti yang bersangkutan menginap di mana saat di Bali, beli motor di mana. Ya rekonstruksi itu demi kepentingan penyidikan,'' kata Kapolri. Da'i juga menandaskan, kepolisian telah bersikap transparan dan terbuka. Penampilan Amrozi untuk kali pertama di depan wartawan, kata Kapolri, merupakan salah satu contoh keterbukaan tersebut. Sedangkan mengenai permintaan agar Amrozi menjalani tes kejiwaan, Kapolri juga menyatakan telah melakukan. Hasilnya, psikiater dan psikolog menyatakan kondisi kejiwaan Amrozi normal. Ekstraketat Pada bagian lain, Kapolri juga menyebutkan Amrozi terus mendapat penjagaan ekstraketat. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan ada upaya pembunuhan terhadap tersangka itu. ''Kita tidak ingin ada sesuatu yang mengakibatkan dirinya celaka, dibunuh misalnya. Bisa saja hal itu dikehendaki kelompoknya. Karena itu, polisi akan terus menjaga dengan ketat,'' tegas Da'i. Menurut dia, keselamatan Amrozi saat ini sangat penting bagi pengungkapan tragedi bom Bali. Jika Amrozi sampai terbunuh, kata Da'i, semua penyelidikan yang dilakukan Polri akan sia-sia. ''Kalau mati, selesai semua persoalannya. Itu yang perlu diwaspadai,'' ungkapnya. Dijelaskannya, pengamanan ekstraketat ini tidak hanya diterima Amrozi. Pengamanan serupa juga diberlakukan pada Ustaz Abu Bakar Ba'asyir. ''Semua orang berhak dilindungi, walaupun dia tersangka,'' tegasnya. Namun Kapolri tidak menjelaskan lebih jauh soal kemungkinan adanya upaya mencelakakan Amrozi. Tidak dikatakan apakah saat ini sudah ada indikasi upaya pembunuhan terhadap tersangka itu. Soal tim investigasi yang dikirim ke Malaysia, Da'i mengungkapkan, tim itu telah kembali ke Tanah Air. Menurut dia, mereka berangkat untuk mendalami mengenai Muklas, yang disebut-sebut sebagai kakak dan sangat dikagumi Amrozi. (bu-31t) | |||||