logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 16 November 2002 Berita Utama  
Line

Wali Kota Ajak Warga Waspadai Banjir

CERAMAH TARAWIH: Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip memberikan ceramah usai salat tarawih di Masjid Al Ma'mun Kantor Redaksi Suara Merdeka Jalan Kaligawe Km 5 Semarang.(Foto:Suara Merdeka/G4-55t)

SEMARANG- Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip SH mengajak warga mewaspadai musim hujan. Hal itu karena Kota Semarang selalu menjadi langganan banjir.

Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada salat tarawih di Masjid Al Ma'mun, kompleks Suara Merdeka Jl Kaligawe Km 5 Semarang, semalam. Menurut dia, peran masyarakat sangat dibutuhkan. Antara lain dengan menjaga saluran di lingkungan masing-masing.

Dia mengakui, Kota Semarang belum seluruhnya bebas dari ancaman banjir. Namun berbagai upaya penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah, diharapkan dapat mengurangi ancaman bencana tersebut.

Salah satu upaya mengurangi genangan, menurut dia, adalah dengan sistem pompanisasi. Karena itu, dia telah meminta kelurahan dan kecamatan mendata penyewaan pompa yang bisa digunakan sewaktu-waktu.

Sementara itu, dalam sambutannya, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Drs H Sutrisna mengatakan, di beberapa daerah sudah terjadi bencana, yaitu angin ribut. Diharapkan pada musim hujan kali ini, bencana semacam itu tidak terjadi di Kota Semarang.

Mubalig H Maskuri SKM dalam ceramahnya mengajak umat Islam bukan hanya pandai membaca dan menghapal Alquran, namun juga perlu menghayati dan mengamalkan isinya.

Drs H Masruchan Halimtar dalam ceramah pada salat tarawih keliling yang diselenggarakan Badan Amalan Islam (BAI) Jateng putaran kesepuluh di Kantor Dipenda Jateng, semalam mengatakan, pada beberapa surat dalam Alquran, Allah mengawali dengan bersumpah demi waktu. Artinya, waktu tidak bisa dibuat main-main, sehingga dianggap sebagai hal yang sangat berharga dalam hidup.

Dia mengungkapkan, Allah yang membuat waktu dan Allah pula yang bersumpah demi waktu yang dibuatnya. ''Orang punya jabatan, punya kedudukan, tapi kalau tidak bisa memanfaatkan waktu tidak ada artinya. Pada saat ajal menjemput, manusia sudah tidak bisa apa-apa lagi.''(G7, G6-60t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA