
| Sabtu, 16 November 2002 | Berita Utama |
Tujuh Desa Terancam Awan Panas PapandayanGARUT- Tujuh desa yang meliputi 23 kampung di Kecamatan Cisurupan dan Bayongbong, Kabupaten Garut, yang berada di kaki Gunung Papandayan (2.665 mdpl), Jumat mulai terancam "awan panas" akibat aktivitas vulkanik gunung api itu. Menurut Kasubdit Pengawasan Gunung Api Wilayah Barat Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Dr Ir Mas Atje Purbawinata, ketujuh desa itu termasuk "daerah merah" yang sangat mungkin terlanda awan panas. "Melihat aktivitas gunung yang terus meningkat, dan kemungkinan terjadi awan panas, kami sudah meminta warga di tujuh desa yang berada di sisi timur laut Papandayan segera diungsikan," katanya. Luncuran awan panas itu, menurut Mas Atje, mungkin cenderung ke arah timur laut sejauh empat kilometer. Ketujuh desa itu adalah Cibiung, Pangauban, Dungus, Cipelah, Cibeureum, Naringgul, dan Cipaniisan. Dia juga mengingatkan warga desa di sepanjang aliran Sungai Cibeureum tetap waspada terhadap kemungkinan terjadi banjir lahar dingin susulan. Aktivitas vulkanik gunung itu hingga kemarin masih terus menunjukkan peningkatan. Menurut Mas Atje, letusan magmatiknya berupa semburan meterial vulkanik dan gas warna abu-abu pekat makin sering terjadi, dengan ketinggian mencapai rata-rata 6.000 meter. Dengan terus meningkatnya aktivitas vulkanik, kata Mas Atje, pihaknya sudah mengontak ke Biro Keselamatan Penerbangan Bumi Bagian Selatan yang berkedudukan di Darwin, Australia. Itu, menurut dia, karena semburan gas warna abu-abu pekat tersebut mungkin bisa mengganggu, bahkan membahayakan, jalur penerbangan. Sebagian warga tujuh desa di sisi timur laut gunung, yang diminta segera mengungsi karena mungkin terancam luncuran awan panas, tampak mulai meninggalkan rumah mereka, menuju tempat pengungsian. Namun tidak sedikit yang masih tetap bertahan dan memilih berjaga-jaga di rumah, sambil mencermati perkembangan aktivitas dan letusan Papandayan. (dwi,ant-31t) |