logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 16 November 2002 Berita Utama  
Line

TNI Segera Akhiri Pengepungan GAM

LHOKSEUMAWE - Hingga sekarang, pengepungan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) oleh TNI di Desa Cot Trieng, Kecamatan Muara Dua, Aceh Utara belum berakhir. Namun, TNI akan mengambil langkah-langkah baru guna mengakhiri operasi pengepungan itu.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Djamari Chaniago kepada wartawan seusai mengunjungi lokasi pengepungan itu, Jumat kemarin. Namun, apa langkah yang akan dia ambil, Djamari belum menjelaskannya.

"Jadi, tujuan saya datang ke sini untuk melihat kondisi gugus tugas, khususnya satuan di sekitar Nisam dan Cot Trieng. Saya sudah dapat laporan yang lengkap tentang situasi di sini. Dan apa yang sudah diterapkan di sini sudah sesuai dengan yang ditentukan," katanya.

Djamari menegaskan, apa yang sudah dia dapatkan itu, selanjutnya akan disampaikan kepada Panglima TNI. "Ada satu bahan yang cukup baik untuk diserahkan kepada panglima. Apa pun keputusan yang akan diambil nanti adalah bagian dari konsep besar pemerintah," katanya.

Ketika ditanya sampai kapan pengepungan berlangsung, Djamari tak berkomentar banyak. "Pemerintah tetap punya batas waktu. Hingga kapan, kita lihat nanti saja. Namun, kita masih mengimbau agar GAM mau menyerah," ujarnya.

Sementara itu, juru bicara Tentara Negara Aceh (TNA) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tgk Sofyan Dawood membantah dirinya menyerah kepada TNI karena hingga kini dia mengaku masih sehat walafiat di kawasan Cot Trieng.

"Saya sekarang masih berada di kawasan Cot Trieng bersama 600-an pasukan TNA. Jadi, tidak benar saya menyerah," katanya kepada wartawan ketika dihubungi melalui handphone (HP) satelit dari Banda Aceh, Jumat kemarin.

Dia menyatakan hal itu ketika dimintai tanggapan sehubungan dengan pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Ryamizard Ryacudu di Balikpapan, Rabu (13/11) yang me-ngatakan, pengepungan selama dua pekan di Cot Trieng telah menunjukkan hasil. Dua pimpinan GAM setempat telah menyerahkan diri kepada TNI.

Meskipun Ryamizard tidak menyebutkan nama, belakangan beredar isu Sofyan Dawood, juru bicara militer GAM yang juga Panglima GAM Wilayah Pasee adalah salah satu yang menyerah itu.

Ancam Perdamaian

Aksi pengepungan oleh pasukan TNI terhadap pasukan GAM di Desa Cot Trieng, sejak dua pekan lalu dinilai oleh pimpinan SIRA dapat mengancam perdamaian di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Ketua Dewan Presidium Sentral Informasi Re-ferendum Aceh (SIRA) Muhammad Nazar kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat, mengatakan, pengepungan tersebut dapat menciptakan persoalan baru dalam kasus Aceh. Sebab, warga sipil terus menjadi pengungsi dan korban kekerasan militer.

Pengepungan itu terjadi ketika pihak GAM berinisiatif memajukan perdamaian dengan melakukan gencatan senjata sepihak pada bulan Ramadan, katanya seraya menambahkan hendaknya peperangan tidak dikobarkan.

Dia berpendapat, menyerang dan mengepung GAM sebenarnya tidak berbeda dari memerangi rakyat Aceh. Sebab, selain GAM sebagai rakyat Aceh, faktanya yang paling banyak menjadi korban adalah rakyat sipil.

"Karena itu, jalan damai hendaknya dilakukan oleh kedua pihak agar tercipta kesejahteraan masyarakat Aceh," ujar Muhammad Nazar. (ant-29e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA