
| Sabtu, 16 November 2002 | Ekonomi |
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Naik 2,39%JAKARTA-Pertumbuhan ekonomi yang digambarkan lewat Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan III tahun 2002 meningkat 2,39% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. "Pertumbuhan tersebut terjadi pada semua sektor, sehingga menunjukkan kondisi perekonomian cenderung membaik," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Biro Pusat Statistik (BPS), La Ode Syafiudin, kemarin. Sementara itu PDB Indonesia pada triwulan III tahun 2002 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2001 tumbuh 3,92%. PDB secara kumulatif Januari-September 2002 dibandingkan dengan periode yang sama 2001 juga tumbuh 3,39%. Pada tiga triwulan pertama tahun 2002, lanjut dia, PDB Indonesia atas harga berlaku mencapai Rp 1.253,5 triliun atau naik dari Rp 1.104,2 triliun selama tiga triwulan pertama 2001. Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2002, kata Syafiudin, terutama didorong oleh kenaikan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan 4,1%. Pertumbuhan terbesar selanjutnya adalah sektor industri pengolahan 3,22%, bangunan 2,98%, perdagangan 2,93%, serta listrik, gas, dan air bersih sebesar 2,83%. Sektor yang pertumbuhannya di bawah 1% persen adalah keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, yakni 0,71%. Lalu pengangkutan dan komunikasi 0,61%, serta jasa 0,51%. "Sektor yang pertumbuhannya selalu terkecil dalam beberapa tahun terakhir adalah pertambangan dan penggalian, yakni 0,26%," tambahnya. Dia mengatakan PDB Indonesia pada triwulan III tahun 2002 dibandingkan dengan triwulan III tahun 2001 dapat mencerminkan perubahan tanpa dipengaruhi oleh faktor musim. Mengenai kenaikan PDB kumulatif tahun 2002 (Januari-September) sebesar 3,92% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2001, kata dia, tertinggi ditunjang oleh sektor pertanian sebesar 6,72% serta sektor pengangkutan dan komunikasi 6,10%. Terendah sektor pertambangan dan penggalian 0,85%. Ditinjau dari sisi penggunaan atau permintaan, PDB triwulan III tahun 2002 terhadap triwulan sebelumnya digerakkan oleh semua komponen penggunaan, yakni konsumsi rumah tangga naik 1,10%, konsumsi pemerintah naik 7,38%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) naik 2,05%, ekspor naik 1,64%, dan impor naik 4,69%. Pada triwulan III 2002 peranan sektor pertanian terhadap PDB tercatat 17,05%, sedangkan sektor industri pengolahan 25,63%. "Itu menunjukkan peranan sektor pertanian dan industri pengolahan pada PDB harga berlaku triwulan III tahun 2002 naik dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2001," tuturnya. Urutan peranan masing-masing sektor ekonomi tertinggi setelah sektor pertanian dan industri pengolahan berturut-turut adalah perdagangan, hotel dan restoran, pertambangan dan penggalian, jasa-jasa, angkutan dan komunikasi, keuangan dan jasa, bangunan dan listrik, serta gas dan air bersih.(ant-53) Pertumbuhan Ekonomi Pertanian 4,1%. Industri Pengolahan 3,22% Bangunan 2,98% Perdagangan 2,93% Listrik, Gas, Air Bersih 2,83%. |