
| Sabtu, 16 November 2002 | Ekonomi |
Stimulus Diharapkan Rp 20 TriliunJAKARTA-Pemerintah diharapkan dapat memberikan stimulus dalam anggaran pembangunan sekitar Rp 20 triliun. Dengan demikian, defisit dalam RAPBN 2003 sebesar 1,7%-1,8%. Demikian kata Wakil Ketua Panitia Anggaran Angelina Patiasina, kemarin. Menurut dia, sampai saat ini pemerintah masih berpegang bahwa defisit anggaran pada APBN 2003 sebesar 1,6%. "DPR berharap defisitnya berkisar 1,7-1,8%, meski itu belum diputuskan. Sementara itu, pemerintah maunya hanya defisit 1,6%," tambahnya. Dengan defisit yang diajukan pemerintah 1,6%, lanjut dia, anggaran untuk pembangunan akan lebih kecil. Dengan demikian stimulusnya tidak begitu jalan karena alokasi pada anggaran pembangunan tidak signifikan. "Syukur-syukur defisitnya 1,6%, tetapi anggaran pembangunan ditambah Rp 20 triliun,"tuturnya, seraya menambahkan, pemerintah masih mengalokasikan Rp 5 triliun. Dari sisi penerimaan negara, kata dia, DPR dan pemerintah sudah melakukan penyisiran dan penerimaan tersebut bisa ditingkatkan sekitar Rp 9 triliun dari angka yang diajukan Rp 327,83 triliun. Namun diharapkan dari Rp 9 triliun tersebut tidak semua dianggarkan untuk pembayaran defisit. Sementara itu, terkait dengan belanja pegawai, kata dia, saat ini sudah diputuskan Rp 50,270 triliun atau ada penghematan Rp 1,2 triliun. Penghematan diperoleh setelah terdapat kesepakatan bagian PT Taspen untuk membayarkan gaji yang semula 20% dinaikkan menjadi 21%, sehingga beban pemerintah menjadi lebih kecil. Dengan belanja pegawai Rp 50,27 triliun, tutur dia, rencana pemerintah menaikkan gaji pensiunan dan PNS sebesar 20% pada tahun 2003 bisa dipenuhi. Untuk belanja barang tidak berubah dari RAPBN yang diajukan pemerintah sebelumnya. Namun dari angka tersebut ada sekitar Rp 500 miliar yang akan dialihkan dan ditaruh di cadangan umum.(tri-53t) |