logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 16 November 2002 Ekonomi  
Line

Ekspor ke Timur Tengah Tumbuh 10%

SEMARANG-Prospek ekspor ke Timur Tengah cukup bagus. Pada tiga tahun terakhir ekspor Indonesia termasuk Jateng tumbuh sekitar 10%/tahun. Prospeknya cerah karena kawasan itu menaruh perhatian khusus pada negara- negara Islam.

Namun, menurut Ahmad Firdaus Sukmono Kepala Sub Bidang Pengembangan Pasar Timur Tengah Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), peluang tersebut belum banyak dimanfaatkan, terutama oleh pengusaha di daerah.

"Itu terlihat pada kontribusi mereka yang masih di bawah 10%," kata dia didampingi Rosiana CF SH MPM, Plh Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Rosiana CF SH MPM di sela-sela joint commission dan misi dagang ke pasar Timur Tengah di Hotel Santika, kemarin.

Sukmono mengemukakan, khusus dari Jateng produk unggulan yang banyak diminati di Timur Tengah adalah tekstil, makanan dan minuman, serta alat-alat rumah tangga.

"Produk makanan yang paling banyak dipesan adalah hasil pertanian yang merupakan salah satu dari 10 komoditas ekspor unggulan Jateng," jelasnya.

Pada 2001, kata dia, nilai ekspor ke kawasan itu 60 juta dolar AS, sedangkan Jateng memberi kontribusi sekitar 3% dari total ekspor.

Dia optimistis penetrasi pasar yang akan dilakukan mulai tahun depan dengan mengikuti pameran dan misi dagang membawa hasil positif.

"Kami tidak menentukan target khusus untuk pasar Timur Tengah, tapi yang penting berusaha membentuk jaringan pasar agar pengusaha kita mempunyai akses di sana," jelasnya.

Alternatif

Pasar ekspor ke AS yang lesu akibat ancaman resesi global, ujar dia, juga bisa membuat Timur Tengah sebagai alternatif. "Itu peluang besar yang harus kita manfaatkan. Sebab, mata kita jadi terbuka bahwa pasar ekspor tidak hanya AS dan Eropa," tegasnya.

Pasar Dubai, lanjut dia, saat ini sangat menjanjikan. Pasalnya, kota itu pintu gerbang menuju 177 negara di sekitarnya, antara lain Iran, Commonwealth Independent State (CIS), dan Afrika.

Barang impor yang memasuki pelabuhan di Dubai akan direekspor ke 177 negara tersebut. Dengan demikian, memasuki pasar Dubai berarti memasuki pasar di sekitarnya.

Indonesia, kata dia, merupakan negara nomor 11 pemasok kebutuhan ke Dubai. Selama tahun 2000 ada 222 jenis produk yang sesuai dengan standart international trade code (SITC) yang beredar di sana.

"Komoditas asal Indonesia yang paling banyak dibutuhkan adalah piper, kayu, tekstil, dan glass ware."

Di mengingatkan, peluang besar tersebut harus segera dimanfaatkan sebelum Cina dan Vietnam melakukan penetrasi ke sana. Pasar Timur Tengah sangat terbuka bagi pengekspor Indonesia, terutama Jateng yang mebelnya paling banyak diminati.(G2-53e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA