logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 16 November 2002 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Tarawih di Tempat Kos pun Oke

MAHASISWI Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, punya tradisi sendiri menyemarakkan bulan Ramadan tahun ini. Enggan ikut salat Tarawih di masjid, mereka membentuk jamaah salat sendiri di masing-masing kos. Ini terutama dilakukan oleh para mahasiswi yang banyak ngekos di lingkungan Kampus Unsoed.

Cara ini dipilih, sebab mereka mempunyai alasan tersendiri mengapa lebih suka yang seperti itu. Para mahasiswi tersebut, sengaja mendatangkan imam sekaligus pengisi kultum. Imam/penceramah ini adalah mahasiswa Unsoed, terutama yang aktif di berbagai kegiatan dakwah kampus.

''Dengan cara seperti itu, justru kami bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya,'' kata Sarasati, mahasiswi penghuni kos di Jalan Madrani No 9 Grendeng ini.

Mahasiswi lainnya, Lestari menambahkan, meski ada niat datang ke masjid kadang-kadang ada perasaan malasnya. Sebab, sering salat Tarawih dan ceramah di masjid lama sekali.

Waktu Belajar

''Akibatnya waktu untuk belajar kadang berkurang,'' ujar mahasiswi Fakultas Hukum yang sebentar lagi pendadaran itu.

Alasan lain dikemukakan oleh Ambar, mahasiswi asal Jakarta. Menurutnya, dengan melakukan jamaah salat Tarawih di kos-kosan, kebersamaan dan kerukunan sesama penghuni kos semakin terpupuk. ''Kalau sebelumnya antarsesama kami ada sedikit masalah, maka melalui salat jamaah ini bisa rukun lagi,'' tutur mahasiswi berkaca mata minus itu.

''Dari 40 mahasiswi yang ada, separo di antaranya ikut jamaah salat Tarawih. Kami juga mendatangkan imam sekaligus penceramah dari teman mahasiswa,'' tambahnya.

Para mahasiswi tersebut mempunyai cara sendiri dalam mendatangkan imam/penceramah. Ada yang menghubungi organisasi Islam tertentu atau lewat jalur teman kos.

Lestari mengungkapkan, untuk mendapatkan imam/penceramah, dia dan teman-temannya memesan kepada organisasi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiwa Muslim Indonesia) di Purwokerto agar disediakan atau dijadwalkan imam/penceramah di kosnya.

Humas KAMMI Komisariat Soedirman, Sambodo, membenarkan adanya permintaan tersebut. Ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada umat Islam, khususnya kepada mahasiswa/mahasiswi di lingkungan kampus. Tidak hanya kos putri yang meminta disediakan penceramah, musala di sekitar kampus pun demikian. ''Untuk Ramadan ini, KAMMI Komisariat Soedirman menyediakan 70 penceramah. Sedangkan pemesannya 34 kos putri,'' ujar dia. Kegiatan semacam ini, lanjutnya, sudah berlangsung sejak tahun 1999. (Jamaludin Al Ashari-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA