
| Sabtu, 16 November 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Bumiayu Antisipasi Kemacetan Lebaran
BUMIAYU- Mengantisipasi kemacetan lalu lintas arus mudik saat Lebaran, Muspika Bumiayu menyelenggarakan rapat koordinasi dengan segenap pengguna jalan, pedagang, dan awak angkutan umum belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat menjaga situasi jalan agar tetap lancar selama musim padat nanti. Pertemuan yang digelar awal itu dipimpin Kapolsek Bumiayu Iptu Juli Agung Pramono, dihadiri Camat Bumiayu Sudigyo SIP, Danramil Kapten Dirman S, para pengurus perwakilan pengusaha bus, angkutan pedesaan, penawar jasa, perkumpulan ojek, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Sudigyo mengemukakan, untuk masa angkutan Lebaran tahun ini daerahnya masih masuk dalam titik rawan kemacetan. Apalagi setelah pasar induk Bumiayu terbakar, ratusan pedagang menggelar dagangan hingga meluber ke jalan sehingga menambah kemacetan lalu lintas di sana. ''Kami harus mengubah citra Bumiayu sebagai pusat kemacetan menjadi kota lancar, atau paling tidak lalu lintas harus bisa merambat.'' Kondisi lalu lintas Bumiayu sejak pasar induk terbakar memang setiap hari macet akibat pedagang meluber hingga ke badan jalan. Bila tetap dibiarkan, pada saat Lebaran nanti arus kendaraan semakin ramai, dan diperkirakan kemacetan bisa lebih parah. Untuk mengantisipasinya, Kapolsek Bumiayu sejak tiga minggu lalu telah menyurvei dan mencari solusi menghindari kemacetan total di sana. Salah satu solusi yang dilakukan, membuat jalur alternatif bagi angkutan umum yang setiap hari keluar masuk Kota Bumiayu. Jalur alternatif yang digunakan merupakan jalan desa beraspal. Dengan jalur alternatif bagi angkutan umum di Bumiayu itu, kendaraan angkutan umum seperti Mikrobus dan angkutan pedesaan dari arah Purwokerto ke Bumiayu (utara) dan dari Tegal tujuan Bumiayu (selatan) tidak masuk jembatan Kali Keruh. Kendaraan yang boleh melintas jembatan Kali Keruh hanya lintas antarkota dan pribadi. ''Jalur alternatif itu sudah pernah diujicobakan beberapa kali. Dengan jalur alternatif itu diharapkan bisa mengurangi kemacetan.'' Dalam rapat koordinasi itu para awak angkutan umum, seperti angkutan pedesaan mikrobus setuju dengan penggunaan jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan. Namun, para awak angkutan umum itu minta kepada Kapolsek agar pada tempat-tempat rawan diturunkan polisi untuk berjaga dan diberi rambu-rambu supaya pengguna jalan tidak bingung. Permintaan itu disetujui dan akan melibatkan aparat dari instansi lain untuk membantu polisi. ''Jalur alternatif yang sudah ditetapkan itu oleh para perwakilan pengurus angkutan dan kepala desa segera disosialisasikan. Jalur tersebut akan efektif berlaku pada H-10 Lebaran.''(so-17j) |