
| Jumat, 15 November 2002 | Surat Pembaca |
Pelayanan BPD Capem JoharSaya mendapatkan kredit dari BPD Capem Johar Semarang sebesar Rp 5 juta selama 1 tahun masa angsuran 12 kali dengan jaminan BPKB mobil. Pernah terlambat sekali pembayaran bulan Januari 2002, tetapi bulan berikutnya selalu tepat waktu. Pinjaman lunas 28 Oktober 2002 dan tanggal 25 Oktober saya ke BPD akan meminjam/memfotokopi BPKB. Namun petugas bagian angsuran menyatakan permintaan tidak dapat dipenuhi, karena syaratnya harus melunasi kekurangan angsuran 2 x Rp 473 ribu. Tanggal 28 Oktober saya datang melunasi sisa pinjaman sekaligus mengambil BPKB. Waktu itu ada nasabah ingin meminjam/mengkopi BPKB untuk perpanjangan STNK dan dilayani tanpa harus melunasi sisa kreditnya yang jatuh temponya kurang 1 tahun. Hal tidak memuaskan muncul kembali, setelah mendapat slip saya ke kasir ternyata jumlah biaya pelunasan yang tertera di slip pembayaran tidak sama. Saya kembali ke bagian angsuran mohon jumlah pelunasan di slip diganti sesuai yang benar. Setelah diganti ternyata jumlah rupiahnya masih belum benar hingga saya harus bolak-balik. Baru untuk yang kali ketiga bisa membayar pelunasan. Saya harus menunggu 30 menit untuk mendapatkan BPKB. Namun harapan saya sia-sia karena menurut petugas, BPKB saya tidak diketemukan. Hingga saya harus bersabar karena akan dihubungi lewat telepon. Dari kejadian di atas dapat disimpulkan, BPD Capem Johar Semarang mengabaikan kepentingan nasabah.
Basuki
***
Ada Paham yang Keliru?
Reformasi telah bergulir lima tahun. Tuntutan semula adalah membongkar semua perilaku yang tidak pas dalam masyarakat, terutama terfokus pada pemberantasan KKN. Namun faktanya menunjukkan, demokrasi yang kita kembangkan terasa kebablasan sehingga melampaui bingkai kewajaran. Banyak pihak yang berkomentar/ngomong berkepanjangan, meski itu haknya dalam alam demokrasi. Namun perlu diingat dampak negatifnya adalah cenderung ke arah penggerusan keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara. Rasanya banyak cara orang menyikapi masalah kurang tepat, sehingga eksesnya justru tumbuh permasalahan baru yang menenggelamkan masalah lama. Sebenarnya kita dituntut adalah menempatkan persoalan pada proporsi yang benar dan ini memerlukan sikap arif dan bijaksana. Contoh, polisi selaku aparat penegak hukum memanggil seseorang guna diminta keterangan. Biarlah kewenangan polisi berjalan pada kewajaran, karena itu adalah kewajibannya. Yang terpenting menapaki jalurnya yang benar untuk menerapkan supremasi hukum dan menganut praduga tak bersalah. Belum tentu yang dipanggil/disidik itu salah, namun juga belum pasti orang itu tidak bersalah. Pembuktian benar-benar adalah di pengadilan. Kebetulan yang terkait Abu Bakar Ba'asyir, pemimpin Pondok Pesantren di Ngruki Solo hingga meledaklah peristiwa itu. Reaksi timbul dari beberapa pihak, banyak komentar ke media massa. Kita dituntut berlapang dada dalam kejernihan nurani. Yang utama mengendalikan emosi, agar nafsu positif menjadi komandan dalam setiap pribadi, sehingga pikiran dan akal sehat bisa disalurkan ke arah yang benar juga. Sekarang terlalu banyak orang komentar karena pintar ngomong yang membuat khalayak menjadi bingung, terutama wong cilik. Mereka saking lugunya hanya mupus dan berucap kalau inilah salah satu bukti zaman edan, ewuhaya ing pambudi.
Soeroyo
***
Pemuda Pancasila
Tanggal 27 Oktober PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Tambak Banyumas mengadakan lomba lintas alam dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan ulang tahun ormas tersebut. Acara berlangsung di halaman kecamatan setempat. Saya berterima kasih dengan kegiatan tersebut, namun disayangkan kerja panitia kurang memperhatikan kerja anggotanya. Setelah kegiatan selesai sampah berserakan di mana-mana, bekas bungkus nasi, tempat air minum mineral dan lainnya, tiang bendera pinjaman tidak disimpan pada tempatnya. Beginikah kerja panitia yang sudah dikenal luas masyarakat. Sedangkan keesokan harinya tanggal 28 Oktober, di halaman kantor akan dilaksanakan upacara yang dihadiri Muspika dan pejabat dari dinas instansi se- kecamatan .
B Hermawan
***
Penipuan lewat SMS
Bila Anda mendapat SMS berkedok Undian Grand Prize dari Telkomsel senilai puluhan juta rupiah, jangan langsung percaya. Seseorang, dari HP menghubungi saya menanyakan di bank mana uang saya berada dan berapa saldonya. Saat saya jawab di Bank Mandiri, dia menjanjikan akan mentransfer puluhan juta ke rekening saya segera bila setelah sampai di mesin ATM. Sepertinya, penipu mempunyai program/software khusus untuk mengacak ATM secara online. Cara pengoperasian penipuan tersebut sebagai berikut: Saya diminta memasukkan kartu ke mesin ATM, tekan pilihan bahasa Indonesia, masukkan nomor PIN, bacakan jumlah saldo terakhir dan kemudian diminta menekan Cancel dan kartu keluar. Selanjutnya saya diminta menunggu beberapa saat. Barangkali penipu mengecek kebenaran isi rekening saya. Kemudian dia menelpon kembali melanjutkan transaksi sebagai berikut: Saya diminta memasukkan kartu lagi ke mesin ATM, tekan bahasa Indonesia, masukkan PIN, pilih transaksi lain-lain dan pilih transfer, pilih tabungan dan diminta memasukkan nomor registrasi yaitu 1190002160172, kemudian tekan Benar. Tekan pengiriman ke 04998750 (nomor rekening penipu) dan tekan Benar dua kali. Saya dapat mengetahui cara tersebut karena seolah-olah telah berada di mesin ATM, seperti yang dia inginkan. Harapan saya, dengan peristiwa tersebut Bank Mandiri segera mengecek nomor rekening pelaku dan dapat diantisipasi secepatnya. Saya berkesimpulan penipu juga salah satu nasabah Bank Mandiri. Jadi semua pihak terkait (Telkomsel, Bank Mandiri dan Kepolisian) dapat segera membongkar jaringan penipuan ini sebelum banyak pihak dirugikan.
Yasinta Handayani
***
Butuh untuk Kos
Saya siswi kelas III sekolah menengah kejuruan di Semarang. Setiap semester saya masuk peringkat tiga besar. Saya menghadapi masalah keuangan untuk biaya sekolah dan biaya kos (rumah jauh dari sekolah). Saya berharap ada dermawan membantu membiayai sekolah saya yang tinggal satu tahun lagi. AA |