
| Jumat, 15 November 2002 | Sala |
Hari Ini Koordinasi Persiapan LebaranJumlah Bus dan Penumpang MenurunTIRTONADI - Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, aktivitas angkutan umum melalui Terminal Induk Tirtonadi Solo belum menunjukkan peningkatan. Bahkan menurut keterangan Kepala Terminal Bambang Tuko Wibowo ST, kendaraan dan penumpang yang masuk ke terminal justru mengalami penurunan. ''Bus yang masuk dan keluar biasanya sekitar 3.000 bus per hari. Kini berkurang 100-200 bus per hari. Ya turun sekitar lima persen. Demikian juga jumlah penumpangnya,'' ungkapnya, kemarin. Dia memperkirakan, penurunan itu disebabkan pada awal puasa biasanya orang enggan bepergian. Akibatnya, jumlah penumpang juga turun sehingga sejumlah perusahaan bus memilih mengandangkan kendaraannya untuk sementara. Hal tersebut sekaligus sebagai persiapan menjelang dan setelah Lebaran untuk melayani peningkatan penumpang dalam rangkaian arus mudik dan arus balik. ''Biasanya arus mudik di terminal mulai terasa saat memasuki H-10 Lebaran. Kemudian aktivitas mudik itu terus meningkat dan puncaknya sekitar H-4 sampai hari H,'' tambahnya. Dalam rangka menghadapi Lebaran itu, Jumat (15/11) ini akan digelar rapat koordinasi instansi-instansi terkait di Terminal Tirtonadi. Menurut Bambang, rapat itu akan melibatkan beberapa unit kerja seperti DLLAJ, Satlantas, pengelola Pusat Pergudangan Kota (PPK) Pedaringan, dan Muspika Banjarsari. ''Persiapannya antara lain menyangkut masalah pengamanan, pos kesehatan, dan pelayanan penumpang. Adapun kasus pembiusan, sejak puasa beberapa waktu lalu justru terjadi penurunan, yakni hanya ada satu kejadian,'' jelasnya. Kesehatan Dia mengemukakan, tenaga dan pos kesehatan di terminal biasanya ditambah pada hari-hari padat arus mudik dan arus balik Lebaran.
Tenaga kesehatan bantuan dari PMI biasanya 30 orang yang bertugas secara bergiliran. ''Bahkan saat menjelang Lebaran tahun lalu, ada tenaga medis dari rumah sakit yang diperbantukan ke pos kesehatan di terminal,'' tutur dia. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD HM Yusuf Hidayat akan meminta Komisi B sebagai komisi yang dikoordinasinya untuk memantau kesiapan pasar-pasar di Solo dalam menghadapi Lebaran dari ketersediaan bahan-bahan pokok dan masalah harga. ''Karena sekarang sudah mendekati pertengahan puasa, saya akan meminta Komisi B segera meninjau lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan bahan kebutuhan pokok dan lonjakan harga,'' ujarnya. Dia mengakui hingga saat ini belum menerima aduan atau keluhan masyarakat tentang kesulitan memperoleh bahan pangan atau harga yang melonjak. Namun sebagai antisipasi, Komisi B yang juga membidangi perekonomian itu perlu segera mengecek lapangan. ''Mudah-mudahan Solo menghadapi Lebaran nanti normal-normal, aman, dan nyaman serta tidak kesulitan mendapatkan barang kebutuhan yang dicarinya,'' kata Yusuf.(D11-51c) |