
| Jumat, 15 November 2002 | Sala |
Pasar Klewer Mulai RamaiPASAR KLEWER- Perdagangan pakaian di Pasar Klewer belakangan ini ramai. Kemarin beberapa kios ramai pembeli. Namun hal itu belum begitu menggembirakan pedagang. Sebab, peningkatan transaksi memasuki hari ke-9 puasa belum sebaik tahun lalu. ''Belum begitu menggembirakan. Kalau dibandingkan hari pertama puasa, ya mungkin ada peningkatan 25%, tapi nggak kayak tahun lalu,'' kata Ny Erni (53), pemilik kios pakaian CC 117. Memasuki hari pertama Ramadan tahun ini beberapa pedagang mengeluh karena terjadi penurunan transaksi 50%-60% dari tahun lalu. ''Saya belum yakin ada ledakan pembeli menjelang Lebaran. Karena itulah saya takut menambah persediaan barang,'' kata warga Jebres itu. Transaksi yang membaik juga dirasakan Hendry, pemilik kios CC 81. ''Ada peningkatan 50% dari hari-hari biasa. Namun itu tergantung pada waktu kok. Ada saat-saat ramai, ada juga saat sepi. Bulan puasa ini bagus,'' tutur dia. Transaksi pakaian yang membaik di Pasar Klewer ternyata tak dirasakan semua pedagang. Peningkatan transaksi penjualan tidak merata. Ada kios diserbu pembeli hingga gang di depan kios penuh sesak dan menghalangi lalu lintas orang. Namun di beberapa kios tidak terjadi transaksi sama sekali. Ketidakmerataan itu lebih banyak disebabkan oleh jenis pakaian yang dijual. Transaksi sepi terjadi di kios pakaian olahraga, daster, dan pakaian dalam. Pedagang pakaian kasual seperti jins dan pakaian anak-anak kemarin ramai pembeli.
Ny Sumiyati, pemilik kios DD 118-119 yang menjual berbagai jenis pakaian olahraga, mengeluh karena penjualan di kiosnya selama Ramadan ini menurun drastis. ''Barangkali lumrah orang tak membutuhkan pakaian olahraga saat puasa. Ramai saat memasuki tahun ajaran baru di sekolah-sekolah,'' tutur dia. Kontras dengan nasib penduduk Kedunglumbu Solo itu, beberapa pedagang pakaian anak-anak malah menangguk banyak keuntungan. Sebagian besar pedagang yang ditanya mengenai kemungkinan jenis pakaian yang paling banyak dicari selama Ramadan dan menjelang Lebaran menunjuk kios pakaian anak-anak. Refi (35), penjual pakaian anak-anak di kios Ricky Putra, membenarkan pernyataan itu. ''Benar itu. Beberapa hari ini saya selalu kekosongan barang saking banyak permintaan. Padahal, saya telah menyediakan banyak stok.''(G9-51g) |