
| Jumat, 15 November 2002 | Olahraga |
Manajemen Persis Jelek
SOLO- Sorotan tajam dan desakan agar kepengurusan Persis Solo di-reshuffle lantaran beberapa pengurusnya tidak aktif menyebabkan Wakil Wali Kota J Suprapto kesulitan menjawab pertanyaan wartawan. Pasalnya, Ketua Umum Persis adalah Wali Kota Slamet Suryanto yang notabene bosnya. ''Bagaimana ya saya sulit berkomentar. Namun prinsipnya, bila organisasi itu jelek ya pengurusnya perlu di-reshuffle. Soal yang diganti pengurus mana, ya terserah pada klub-klub anggota,'' ungkap J Suprato yang juga Ketua Pengcab PABBSI Solo. ''Jika punya utang, berarti jelek. Wong organisasi yang mendapatkan untung saja belum tentu baik kok.'' Desakan reshuffle di Persis terungkap pada rapat dengar pendapat Komisi E DPRD Solo dengan jajaran pengurus Persis, pengurus klub-klub sepakbola di Solo, dan pengamat bola di Gedung Dewan, Rabu (13/11) lalu. Sorotan terhadap ketidakaktifan pengurus terutama pada posisi bendahara yang dijabat S Sudjarwo. Terlebih kini Persis menanggung utang Rp 119 juta, antara lain pemberangkatan mengikuti putaran 12 Besar Divisi II di Depok, Juli lalu. Wakil Wali Kota menekankan, berapa pun jumlah utang Persis harus dibayar. Tentang sumber dananya, pengurus yang wajib mengusahakan. ''Saya heran, kenapa sampai memiliki utang. Padahal Persis organisasi cabang olahraga yang mendapatkan bantuan APBD tertinggi, Rp 110 juta. Apalagi untuk menonton bola kan dipungut bayaran. Artinya ada masukan.'' Salah seorang Humas Persis Seto mengemukakan, sejumlah kegiatan yang digelar sering tidak melibatkan pengurus lengkap. Hanya pengurus tertentu yang diajak bicara.(D11,P44-77j) |