logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 15 November 2002 Berita Utama  
Line

Kamus Ramadan

Bait: rumah. Masjidil Haram di Makkah juga disebut baitullah = bait Allah, yang artinya rumah Allah. Maksudnya, rumah (bangunan) untuk menyembah Allah. Di Indonesia, banyak nama masjid menggunakan kata bait yang dirangkai dengan sifat Allah, seperti ar-Rahman, ar-Rahim, jadilah Baiturrahman, Baiturrahim. Pengertiannya sama, rumah untuk menyembah Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Orang yang memiliki kerja (gawe) sering dinamakan sahibulbait, artinya tuan (pemilik) rumah. Makna shahib adalah pemilik, dan pemilik rumah bisa pula disebut tuan rumah. Rektor Undip selaku sahibulbait mempersilakan para tamunya ....

Masjid: tempat bersujud. Kata kerja: sajada = bersujud. Bangunan untuk menjalankan salat disebut masjid, sebab sujud merupakan simbol utama ketundukan seseorang kepada Tuhan dengan mencium tanah (lambang penghambaan yang sangat sempurna). Kata "masjid" beberapa kali disebut dalam Alquran, terutama Masjidil Haram, Makkah (QS Al-Baqarah: 144, 149, 150). Kata lain yang seakar adalah sajadah, alat untuk bersujud.

Ramadhan: sangat panas. Prof Dr Hasbi Ash-Shiddiqie mengemukakan, dinamai Ramadan karena pada bulan itu (saat pemberian nama) cuaca amat panas (musim panas). Ramadan satu-satunya nama bulan yang disebut dalam Alquran (QS Al-Baqarah: 185). Ditulis "Ramadhan" jika didasarkan ejaan Arab, dan "Ramadan" setelah diindonesiakan.

Shiyam: berpuasa (QS Al-Baqarah: 183), meninggalkan makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan (merusak) puasa. Selain shiyam, kata semakna yang sering dipakai dalam perbincangan soal puasa adalah shaum. Keduanya berkata dasar sama, shaama (telah berpuasa).

Tadarrus: saling membaca; saling belajar. Lazimnya diartikan saling membaca Alquran baik membaca bersama maupun bergantian. Kegiatan itu telah menjadi tradisi umat Islam selama Ramadan, dilakukan di masjid-masjid atau musala seusai salat Isya dan Tarawih. Kata lain yang juga populer dan seakar adalah madrasah, tempat pembelajaran = sekolah. Keduanya dari akar kata yang sama: darasa, darrasa.

Ta'jil (Indonesia = takjil): penyegeraan. Nabi Muhammad selalu melakukan takjil saat berbuka puasa, yaitu segera makan sedikit yang biasanya berupa beberapa kurma begitu matahari tenggelam (magrib tiba). Seusai salat Magrib, baru Nabi menyempurnakan makannya (makan besar). Orang membayar zakat fitrah sebelum memasuki 1 Syawal, juga disebut takjil dalam berzakat fitrah. Misalnya membayar/mengeluarkan zakat fitrah pada 1-29 Ramadan. Melakukan takjil zakat fitrah hukumnya sunah, tetapi zakat nya sendiri itu tetap wajib/fardhu.(Sudarto-64j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA