
| Jumat, 15 November 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Sirkulasi Udara Jelek, Peserta Tes Gerah
TEGAL - Ribuan pelamar CPNS yang mengikuti tes tertulis di GOR Wisanggeni Kota Tegal, merasa gerah akibat kondisi sirkulasi gedung yang kurang baik. Bahkan terlihat seorang wanita peserta tes terburu-buru mengerjakan soal, dan dalam beberapa menit jawaban soal langsung diberikan kepada pengawas. Tentu saja kondisi itu mengundang kecurigaan pengawas dari Pemprov Jateng, Pemkot Tegal dan sejumlah anggota Dewan dari Komisi A yang meninjau pelaksanaan tes, kemarin. Usai tes tertulis dilaksanakan, 16 guru SD wiyata bakti melakukan protes ke panitia. Sebab, ada satu rekan mereka yang tidak diperbolehkan ikut tes. Padahal puluhan peserta luar daerah, yang tidak melengkapi dengan surat keterangan mengabdi di SD negeri atau swasta, diperbolehkan ikut tes. Di sisi lain, petugas pengawas yang menghitung daftar hadir, mencatat sejumlah peserta yang tak hadir. Sampai siang kemarin data sementara peserta yang tidak hadir dan otomatis dinyatakan mengundurkan diri 239 dari 2.289 peserta. Salah seorang peserta yang mengerjakan soal di ruang khusus, ternyata habis melahirkan pada Sabtu (9/11) lalu, sehingga kondisi fisiknya masih lemah. ''Kepala saya pusing. Saya asal coret jawaban,'' tutur Ade Warastuti SPd, seorang peserta yang terlihat terburu-buru menyerahkan lembar jawaban ke pengawas. ''Bagaimana Bu kalau mengerjakan soalnya di ruang khusus. Biar lebih tenang berpikirnya,'' tanya Sukardi MSi, pengawas dari Pemprov Jateng. Tawaran itu langsung diterimanya. Pelaksanaan tes yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00 berlangsung tertib dan aman. Panitia pengawas langsung membakar 2.519 lembar soal yang telah dipakai. Di Pemalang Peserta tes ujian CPNS guru di Kabupaten Pemalang banyak yang mengeluh akibat soal ujian yang digarap mereka sangat sulit. Oleh karenanya mereka pesimis dapat diterima sebagai pegawai negeri atau lulus ujian. ''Wah! Soalnya sulit semua, Mas. Harapan menjadi PNS sih masih ada. Tetapi rasanya sulit,'' ujar Purnomo seorang peserta ujian CPNS dari Randudongkal ketika keluar dari tempat ujian di Gedung Kridanggo kemarin. Dia mengajukan lamaran sebagai guru SD. Namun banyak materi soal mengenai guru TK. Sehingga dia kesulitan menggarap. Soal seperti itu akan menguntungkan bagi pelamar yang akademinya lulusan guru TK. Hal senada diungkapkan peserta CPNS guru SLTP dan SMU yang mengikuti ujian di Gedung Serbaguna Jalan Jendral Sudirman Timur kemarin. Seorang guru wiyata bhakti yang mengajar matematika mengeluh, karena dia harus menggarap soal kimia dan fisika. Sekda Drs Sri Harjanto selaku Ketua Panitia Rekrutmen CPNS mengatakan, keluhan peserta terhadap soal ujian yang terlalu sulit itu bisa saja terjadi. Sebab yang membuat soal adalah tim Pemkab Provinsi dibantu Universitas Semarang (D12, sf-20k) |