
| Kamis, 14 November 2002 | Sala |
TERASDulu Kalpataru Kini Satya LencanaGINO (49), warga Desa Gunturharjo Kecamatan Paranggupito Kabupaten Wonogiri, peraih penghargaan pretisius Kalpataru bidang Penyelamat Lingkungan Hidup Nasional Tahun 1989, menerima anugerah Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI. Penyematan anugerah itu dilakukan Wakil Presiden, Selasa lalu (5/11) bersamaan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2002. Berikut petikan wawancara wartawan Suara Merdeka dengan Gino. Pernahkah terbayangkan oleh Anda akan menerima anugerah dari Presiden? Sama sekali tidak pernah. Saya tidak pernah menduga. Apalagi ini merupakan penghargaan dari Presiden yang kali kedua yang saya terima. Sebelumnya, pada tanggal 3 Juni 1989, saya pernah menerima Kalpataru dari Presiden sebagai penghargaan bidang Penyelamat Lingkungan Hidup yang diberikan kepada kelompok tani Tukul Makmur yang saya pimpin. Banggakah dengan anugerah dari Presiden tersebut? Yang jelas saya bersyukur. Sebab tidak pernah mimpi akan mendapatkan penghargaan prestisius seperti ini. Bagi saya dan kelompok tani Tukul Makmur yang saya pimpin, rasanya ini menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Bagaimana ceritanya sampai mendapatkan anugerah? Yang jelas pada tanggal 30 September 2002 lalu, kami kedatangan tim dari Sekmil Presiden dan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. Banyak hal yang ditanyakan tentang keberadaan saya bersama eksistensi kelompok tani Tukul Makmur yang saya pimpin, utamanya tentang kegiatannya sejak menerima penghargaan Kalpataru tahun 1989. Saya laporkan, sejak menerima Kalpataru itu kami senantiasa terus eksis dalam meningkatkan upaya kelestarian alam, dengan penghijauan, penanaman rumput penguat galengan terasering penahan erosi. Juga mengembangkan apotek hidup dengan menanam empon-empon di bawah tanaman penghijauan, memperluas tanaman produktif pohon kelapa dan penanaman cabe jamu. Hasilnya ternyata sebagian mulai dapat dinikmati rakyat. Kelapa mulai dipetik buahnya dan dideres niranya untuk industri gula merah, rumputnya bermanfaat untuk mengembangkan peternakan, empon-empon dan cabe dijual untuk bahan jamu. Dengan tetap terjaganya kelestarian alam lewat penghijauan dan pencegahan erosi, ternyata mampu menghadirkan dan sekaligus memproteksi keberadaan sumber air Weru yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.(Bambang Pur-14) |