logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 14 November 2002 Sala  
Line

Air Dam Colo Tak Mengalir Ratusan Ha Padi Gagal Panen

SUKOHARJO- Ratusan hektare tanaman padi di sawah wilayah Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Bendosari, Polokarto, Mojolaban, terancam gagal panen. Pasalnya aliran air Dam Colo Barat dan Dam Colo Timur belum juga mengalir.

Menurut Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Colo Timur, Sardjanto, petani sudah mulai kebingungan. Bila air tidak segera mengalir, para petani bakal menanggung kerugian semakin besar. Apalagi sekarang ini, dalam proses produksi pertanian.

''Seharusnya pemerintah memberikan pemberitahuan lanjutan kepada para petani tentang pengaliran air tersebut,'' katanya, kemarin.

Diakui, sebagian petani sudah memiliki sumur pompa sendiri. Namun tetap tidak bisa membantu penyelesaian masalah, apalagi hujan belum turun secara rutin. Akibatnya, kerugian petani bertambah, seperti keterlambatan penyiangan rumput yang pertumbuhannya sangat cepat.

''Pemupukan belum bisa dilakukan terutama bagi tanaman padi berusia kurang satu bulan.''

Senada dengan Sardjanto, Ketua Pusat Koperasi Kelompok Tani (PKKT) Sukoharjo, Subari Pratondho mengatakan, setelah saluran air dari Dam Colo Barat dikeringkan beberapa waktu yang lalu, ternyata banyak sekali kerusakan yang terdapat dalam saluran itu.

''Pintu air tidak dapat dibuka untuk membagi air, demikian pula banyak tanah yang longsor. Untuk perbaikan dibutuhkan dana kurang lebih Rp 4 miliar.''

Kerusakan tersebut, tambahnya, diketahui setelah dia bersama Kasubdin Pengairan, Ir Suwito dan jajarannya mengecek di lapangan. Jika kerusakan tidak kunjung mendapat perhatian dari PBS (Proyek Bengawan Solo), dikhawatirkan akan timbul gejolak di kalangan petani lantaran rebutan air.

''Kalau tidak kunjung diperhatikan, saya khawatir peristiwa tawur petani tahun 1992 karena rebutan air bisa terulang.''

Meskipun kekurangan air, petani tidak lagi dihantui gagal panen. Pasalnya, sudah ada kiriman hujan. ''Yang jelas, terjadi penurunan produksi padi kurang lebih 40 % menyusul tidak kunjung mengalirnya Dam Colo barat dan Colo Timur.''

Titik Terendah

Ketika dikonfirmasi, Kepala Sub Dinas Pengairan, Ir Suwito, mengakui saat ini air di Dam Colo masih belum bisa dialirkan. Alasannya, air Waduk Gajahmungkur di Wonogiri sudah mencapai titik ketinggian yang terendah sekitar 129 m.

''Kalau dipaksakan dialirkan, akan membawa lumpur cukup banyak. Akibatnya, nanti petani tetap dirugikan,'' paparnya.

Ditambahkan, untuk mengalirkan air diperlukan ketinggian minimal 130 m. Selain itu di samping kanan dan kiri DAM Colo Timur sedang dalam proses pengerukan yang baru berjalan 3 minggu. Padahal waktu ideal untuk pengerukan adalah 45 hari.

Kepala Dipertan Sukoharjo, Ir Sutarni mengatakan, kendati pasokan air dari Dam Colo Barat dan Dam Colo Timur belum lancar namun petani yang lahannya hampir panen tidak perlu khawatir. ''Petani tak usah khawatir berlebihan, soalnya sudah mulai turun hujan.''

Justru yang dikhawatirkan, adalah petani yang baru saja mulai tanam. Jika hujan tidak kunjung turun secara rutin dan kedua dam tidak kunjung dibuka maka benih yang baru disemai bisa kering dan buntutnya gagal panen.(G10-14)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA