
| Kamis, 14 November 2002 | Sala |
Operasi Makanan dan Minuman Kaleng
Karatan atau Menggelembung Harus Ditarik dari PeredaranBOYOLALI- Selain menurunkan tim untuk memeriksa daging yang beredar di pasaran, Dinas Kesehatan dan Sosial (DKS) Boyolali juga akan memeriksa makanan dan minuman dalam kaleng. Pemeriksaan efektif akan dilakukan 10 hari menjelang Lebaran. ''Menjelang Lebaran biasanya terjadi penumpukan makanan dan minuman di pasaran. Karena itu harus ada pemeriksaan kesehatan secara ketat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,'' ungkap Kepala DKS dr Samsudin PH, kemarin. Meski sekarang belum diperiksa, ujar dia, pihaknya belum pernah menerima laporan dari aparatnya tentang makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi. Petugas di semua puskemas tanggap dan sensitif atas peredaran makanan dan minuman di pasar. Begitu mendengar warga menderita sakit perut karena mengonsumsi makanan dan minuman yang beredar langsung bergerak ke lapangan mengoperasi. Sebagaimana diberitakan, tim dari DKK sejak awal Ouasa memeriksa daging sapi untuk diketahui kesehatannya. Pemeriksaan yang dilakukan dengan sistem visual, melihat langsung di lapangan. Jika dipegang terasa kenyal berarti layak dipasarkan. Hasil pemeriksaan cukup bagus dan semua daging layak beredar. Minuman Kaleng Samsudin mengemukakan, pemeriksaan makanan dan minuman dalam kaleng juga akan dilakukan dengan sistem visual. Jika botol kaleng karatan atau menggelembung dapat ditebak tidak sehat sehingga harus ditarik dari peredaran. Begitu pula makanan yang dikemas dalam plastik atau kaleng, petugas segera melihat dan memegang. Jika berbau tidak sedap atau anyir harus segera dicegah peredarannya. Lokasi operasi, jelas Samsudin, di swalayan, kios, atau toko-toko di sekitar pasar. Petugas dari DKS disebar di berbagai tempat. Sementara itu di pedesaan pihaknya sudah menginstruksikan kepada semua puskesmas untuk bersiap-siap memeriksa. ''Melalui pemeriksaan akan memberi rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Lebaran.''(shj-14j) |