
| Kamis, 14 November 2002 | Berita Utama |
Pemecatan Tri Waluyo Basuki"Yang Ribut Bukan Pengurus PAC"PURWOKERTO-Ketua DPC PDI Perjuangan Banyumas Herman mengatakan, terjadinya keributan dalam acara sosialisasi SK DPP mengenai pemecatan dr Tri Waluyo Basuki, di luar perkiraan pengurus. "Yang bikin keributan bukan orang PAC,"katanya Rabu kemarin. Dia menjelaskan, pengurus DPC Selasa sore mengundang sekitar 80 orang pengurus PAC untuk menerima SK pemecatan terhadap Tri Waluyo. PAC Purwokerto Timur menolak SK peme-catan, karena usulan DPC soal pemecatan itu dianggap cacat hukum. Keributan juga dipicu karena Ketua DPC meninggalkan ruang pertemuan setelah membacakan pidato politik. "Terus terang, saya pergi karena melihat gelagat yang kurang baik,"katanya. "Kebetulan di rumah saya ada acara buka puasa bersama, jadi saya pulang. Terserah saya mau dibilang pengecut, atau apa." Herman menambahkan, gelagat kurang baik itu tampak dari jumlah peserta yang datang. DPC hanya mengundang 80 orang, kenyataannya yang datang lebih banyak, dan Herman mengaku tidak kenal orang-orang itu. Dalam acara sosialisasi, katanya, memang tidak ada sesi tanya-jawab. Alasannya ini hanya acara pembacaan SK DPP pemecatan dr Tri yang harus diamankan DPC dan PAC. DPC merasa tidak berhak mengadakan tanya-jawab mengenai SK pemecatan, karena itu merupakan wewenang DPP PDI Perjuangan. Dia menegaskan, SK DPP turun karena ada usulan dari DPC dan DPD PDI-P. Ketika usulan pertama dibuat, Herman belum menjabat sebagai Ketua DPC.
Waktu itu dijabat oleh almarhum Jatin Winarjo, sebagai PLH, karena Bambang Haryanto Baharudin yang menjabat ketua waktunya sudah habis. Pengurus DPC yang sekarang hanya menindaklanjuti surat DPC lama. "Terus terang kami hanya nambahi saja, yaitu akumulasi pelanggaran yang dilakukan dr Tri selama dua tahun. Misalnya, dia menolak tes urin. Padahal, itu instruksi resmi DPP." Pengurus PAC yang sempat melakukan protes SK DPP, menurutnya, merupakan pengurus baru. "Mereka orang baru sehingga tidak tahu apa yang telah diputuskan oleh pengurus PAC yang lama,"katanya. Herman secara khusus mengucapkan terima kasih pada Satgas PDI Perjuangan, karena ketika terjadi keributan dapat mengendalikan massa. "Saya instruksikan pada Satgas bila terjadi pemukulan jangan mengambil tindakan, serahkan saja ke polisi,"ujarnya.(in-47,60t) |