logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 14 November 2002 Berita Utama  
Line

Usamah Ancam Sekutu AS

DUBAI - Al-Jazeera, sebuah stasiun televisi berbahasa Arab yang berbasis di Qatar, Selasa malam (Rabu pagi WIB) menyiarkan rekaman suara seorang lelaki yang diidentifikasi sebagai Usamah bin Ladin.

Dalam rekaman itu, lapor Reuters semalam, dia memperingatkan sekutu-sekutu AS atas dukungan mereka terhadap "kelompok tukang jagal Gedung Putih". Menurut seorang pejabat AS, rekaman suara tersebut mungkin dibuat oleh pemimpin jaringan Al Qaedah tersebut.

Pembicara dalam rekaman tersebut mengelu-elukan pengeboman Bali 12 Oktober, pembunuhan Marinir AS di Kuwait, pengeboman kapal tanker minyak Prancis di lepas pantai Yaman, dan penyanderaan gerilyawan Chechnya bulan lalu di Moskwa.

Dia mengatakan, serangan-serangan tersebut merupakan serangan balasan terhadap sekutu-sekutu AS oleh "muslim yang membela agama dan mematuhi perintah Tuhan".

Jika betul-betul otentik, rekaman tersebut akan menjadi bukti yang paling jelas bahwa Usamah bin Ladin mampu bertahan hidup dari serangan militer yang dipimpin AS di Afghanistan, yang menggu-lingkan Talib dan mengusir Al Qaedah, organisasi yang disebut-sebut oleh Amerika sebagai pelaku aksi kamikaze 11 September 2001.

Di Washington, para pejabat AS mengatakan, badan-badan intelijen sedang memeriksa siaran tersebut dengan menggunakan peralatan teknis dan cara-cara lain untuk menentukan apakah rekaman itu merupakan suara Usamah bin Ladin.

"Itu mungkin dia, tapi kita tidak tahu pasti," kata seorang pejabat AS kepada Reuters. "Rekaman itu terdengar seperti suara Usamah bin Ladin, tapi kami belum membuat kesimpulan," kata pejabat AS lain.

Nasib Usamah masih menjadi misteri. Para pejabat AS mengatakan, mereka tetap beranggapan dia masih hidup sampai ada bukti yang menyatakan sebaliknya.

Kali terakhir pihak yang berwenang AS mempunyai bukti bahwa Usamah bin Ladin masih hidup adalah pada Desember 2001. Mereka telah mengejar dia sepanjang batas wilayah antara Afghanistan dan Pakistan, tempat para anggota Al Qaedah melarikan diri menyusul pengeboman AS ke Afghanistan.

"Kami tidak membuat penilaian mengenai suara siapa yang mengisi rekaman tersebut," kata Sean McCormack, juru bicara untuk Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Serangan Baru

Namun, jika bisa dibuktikan bahwa rekaman itu suara Usamah bin Ladin, "Hal itu tidak akan memengaruhi perang terhadap terorisme," kata dia. "Ini bukan soal siapa orangnya. Kami akan terus memburu setiap anggota organisasi teroris Al Qaedah."

Al-Jazeera tidak menyebutkan bagaimana dia mendapatkan rekaman tersebut. Stasiun televisi ini sering menyiarkan pernyataan-pernyataan yang dibuat Usamah bin Ladin dan para pembantunya. Rekaman pernyataan paling terakhir ditayangkan pada 28 Oktober.

Pembicara di rekaman tersebut menjuluki Presiden AS George W Bush sebagai "Firaun masa kini" karena membunuh "rakyat Irak" seraya mendukung Israel melawan Palestina.

Dia mengingatkan sekutu-sekutu AS, akan menjadi target dari serangan-serangan baru jika mereka terus mendukung pemerintahan Bush.

"Tidakkah pemerintah Anda tahu, kelompok Gedung Putih adalah tukang jagal terbesar masa kini? Mengapa pemerintah Anda harus bersekutu dengan Amerika," kata pembicara itu, yang suaranya mirip dengan suara Usamah bin Ladin.

Dia menuding Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya menyengsarakan muslim di wilayah Palestina dan daerah-daerah lain dan memperingatkan, "Jika Anda membunuh, Anda juga akan dibunuh."

Pembicara itu mengatakan, pesannya terutama dialamatkan kepada orang-orang Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Kanada.

Otentik

Sejumlah pejabat AS di Washington mengatakan, analisis awal oleh para pakar intelijen Amerika telah menyimpulkan bahwa rekaman suara itu otentik.

"Itu memang dia," kata dua pejabat senior dari lembaga berbeda kepada NBC News, sementara Badan Intelijen Pusat (CIA) terus menganalisis rekaman suara itu.

Seorang pejabat ketiga, yang juga berbicara kepada NBC News namun tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, "Saya yakin, kemungkinan besar memang dia Usamah dan tidak ada alasan lain yang mengatakan itu bukan dia."

Saluran televisi Fox News mengutip seorang pejabat yang juga tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, proses analisis belum rampung, namun itu tampaknya suara pria tersebut mirip dengan suara Usamah.

Stasiun TV CBS News melaporkan hasil temuan awal yang serupa, dengan menyebutkan para analis AS meyakini bukanlah suatu kebetulan siaran tersebut dibuat pada hari-hari saat pemimpin Irak Saddam Hussein harus memutuskan apakah negaranya harus mematuhi resolusi PBB mengenai perlucutan senjata.(rtr-ben-52t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA