
| Kamis, 14 November 2002 | Berita Utama |
Akmil Mewisuda 562 PratarMAGELANG-Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan, para prajurit harus mampu menghayati dan mengimplementasikan norma-norma demokrasi, hak asasi manusia, dan penegakan hukum sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. ''Prajurit juga dituntut menghayati dan melaksanakan semua aturan kehidupan TNI berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Saptamarga dan Sumpah Prajurit,'' katanya, Rabu (13/11). Pelaksanaan peraturan dasar TNI tersebut, katanya, merupakan refleksi dari kehidupan keprajuritan yang berdisiplin, tanggap, tanggon dan trengginas. Seusai mewisuda 562 prajurit taruna Akademi TNI di Akademi Militer Magelang, Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan, pendidikan dasar keprajuritan candradimuka yang dijalani mereka selama 13 minggu, sebagai bagian penting dari proses sistem pembinaan personel. Dia mengingatkan, mereka bisa menjadi prajurit TNI mumpuni, berjuang untuk rakyat, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, serta menjaga integritas dan kedaulatan bangsa dan negara. Tiga Tak Lulus Dari 565 peserta pendidikan itu, tiga peserta dinyatakan tidak lulus. Masing-masing Media Yurisi Antapani Victor dari matra laut dengan alasan kepribadian. Dua orang dari matra darat masing-masing Budi Purnowo dan Huda Fauzin, karena tidak memenuhi syarat kelulusan baik akademik atau jasmani. Calon prajurit taruna terbaik tahun ini diraih Budi Dwi Santosa dari matra darat, Akhmat Zein Sugupta (matra laut) dan Mohammad Aif Syarony (matra udara). Ketiga lulusan terbaik pendidikan dasar keprajuritan candradimuka tersebut, adalah lulusan Sekolah Menengah Umum Taruna Nusantara Magelang. (pr-20e) |