
| Kamis, 14 November 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Pesisir Demak Bertambah 1.200 HektareDEMAK-Kawasan pesisir Kabupaten Demak bertambah sekitar 1.200 ha dalam 10 tahun terakhir akibat proses sedimentasi, terutama di daerah muara Kali Wulan Kecamatan Bonang. Pola pembentukan pantai endapan juga tampak di Pantai Sayung hingga muara Kali Buyaran. ''Secara geologis, pesisir Demak terbangun dari material endapan sedimen dari erosi pegunungan Muria. Berdasar catatan sejarah geologis, Semenanjung Muria dulu terpisah dari Pulau Jawa namun lama-kelamaan menyatu akibat proses sedimentasi,'' ujar Dr Ir Agus Hartoko MSc. Dia menyatakan hal itu saat memaparkan laporan final Studi Pemetaan Wilayah dan Sumber Daya Pesisir Kabupaten Demak di Kantor Bappeda Kabupaten Demak, Senin (11/11). Pakar kelautan Undip itu memetakan berdasar analisis data citra satelit Landsat ETM dan survai lapangan, Agustus 2002. Tim peneliti yang diketuai Agus itu juga melibatkan Ir Bambang Argowibowo MSi dan Dr Syafrudin B Suharto. Agus menyatakan sungai yang mengalirkan material endapan ke pantai Demak adalah Kali Serang, Kali Wulan, dan Kali Buyaran. Dua sungai terakhir sangat tinggi memberikan muatan sedimen, sehingga membentuk daratan baru. Tingginya sedimentasi itu, lanjut dia, menimbulkan pendangkalan saluran dan areal pertambakan. Hal itu memerlukan pemeliharaan dengan pengerukan secara rutin. Namun sedimentasi juga memberikan manfaat positif karena menyebabkan pertambahan lahan di pantai yang bisa dimanfaatkan untuk pertambakan. Sungai besar yang membawa lumpur ke pantai juga menimbulkan akresi atau tanah timbul. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi dampak buruk proses alam itu adalah membuat sistem sedimen-trap pada saluran bagian hulu. ''Penambahan lahan mengakibatkan masalah tersendiri, yaitu berkait dengan status kepemilikan atau aspek legalitas. Karena itu perlu pembahasan antara pemerintah dan legislatif,'' ujar Agus. (D18-73g) |