
| Kamis, 14 November 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Puluhan Awak Bus Mini Kembali MogokKENDAL - Puluhan awak bus mini angkutan pedesaan (angkudes) trayek Sukorejo-Weleri-Kendal-Semarang kembali mogok di perbatasan Semarang-Kendal, Rabu (13/11) sekitar pukul 07.45. Sebab, belum ada kesepakatan tentang toleransi batas waktu untuk memasuki wilayah Semarang antara angkudes dan angkutan perkotaan (angkota), khususnya jurusan Mangkang-Penggaron-Terboyo. Sebelumnya puluhan awak bus mini trayek Sukorejo-Weleri-Kendal-Semarang mogok kerja. Mereka keberatan atas beberapa persyaratan yang diberikan pihak angkota, khususnya trayek Mangkang-Penggaron-Terboyo (kode C9-Red) dan Jrakah-Mangkang (kode R6-Red). Persyaratan itu adalah pembatasan waktu dan armada yang diizinkan memasuki wilayah Semarang hingga Taman Lele, Jrakah. ''Sebenarnya ada beberapa kesepakatan di antara kami, seperti armada yang memasuki Semarang sudah ditoleransi. Namun paguyuban angkota trayek Mangkang-Penggaron-Terboyo masih mempersoalkan batas waktu untuk memasuki Semarang, yaitu pukul 17.00 hingga 07.00,'' kata Romani (30), salah satu sopir yang mogok. Tidak Masalah ''Pembatasan waktu pada sore hari tidak masalah bagi kami,'' kata sopir bus Sono Royo itu. Namun batas waktu yang diberikan pada pagi hari terlalu mepet, sehingga awak angkudes meminta perpanjangan waktu. ''Saya akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi kalian. Karena itu percayakan semua itu kepada saya untuk berunding dengan paguyuban angkota. Kalian saya minta bekerja kembali,'' kata Mujahidin, Ketua Paguyuban Solidaritas Sopir Kernet Angkutan Kendal (Paska), kepada puluhan awak bus mini. (G15-76g) |