logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 14 November 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Penetapan Pilkada Brebes, Paripurna DPRD Dijaga Ketat

BREBES - Meski mendapat reaksi keras dari Fraksi Amanat Persatuan Umat (APU) dan Fraksi Karya Massa (KM), DPRD Brebes, Kamis ini (14/11) tetap akan menggelar rapat paripurna tahap kedua. Dengan agenda tunggal, penetapan pasangan terpilih Indra Kusuma BcKn-H Achmad Faris Sulchaq SH SpN.

Duet Indra-Faris, yang terpilih dalam pemilihan 29 Mei 2002, semula dipersoalkan dua fraksi (APU dan KM) dan berbagai elemen masyarakat. Mereka menilai pemilihan melanggar tata tertib.

Sebab, duet itu muncul dalam pemilihan tanpa saingan lantaran calon wakil bupati Wahyudin Noor Aly mengundurkan diri.

Rapat paripurna kali ini akan dilaksanakan di pendapa kabupaten, karena Gedung DPRD di Jalan Gajah Mada sedang diperbaiki.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sarei Abdul Rosyid SIP dan akan dihadiri Plth Bupati Drs Tri Harjono, Muspida, pejabat terkait, dan seluruh komponen masyarakat.

''Hari ini (Rabu kemarin-Red) undangan rapat paripurna tahap kedua dengan agenda penetapan pasangan terpilih telah dibagikan ke seluruh anggota DPRD dan undangan lain,'' kata Wakil Ketua DPRD H Slamet Abdullahnuri BA, kemarin.

Kemanan Ketat

Tentang kesiapan pengamanan rapat paripurna, Kapolres Brebes AKBP Drs Bambang Purwanto MSi mengatakan akan mengerahkan 2/3 personel Polres.

Mereka akan didukung dua peleton Brimob Pekalongan. Brimbob sudah diturunkan ke kompleks pendapa kabupaten Rabu sore sampai pelaksanaan acara.

''Persiapan pengamanan rapat paripurna sudah maksimal. Kompleks pendapa akan dijaga ketat aparat kepolisian,'' kata dia.

Dalam pengamanan itu Kapolres meminta tidak ada satu pun personel satgas partai atau kelompok masyarakat menjaga lokasi kegiatan. Seluruh pengamanan dilakukan ke polisi. ''Percayakan pengamanan ini ke polisi.''

Kapolres mengatakan, pengamanan persidangan merupakan kewajiban aparat kepolisian. Apalagi ada permintaan dari Ketua DPRD ke Polres Brebes. Karena permintaan pengamanan itu dari lembaga resmi, polisi harus menghargai.

Dia mengatakan, tidak akan mencampuri persoalan interen DPRD yang terjadi dalam rapat. Namun jika ada tindakan yang mengarah ke perbuatan pidana, polisi akan cepat bertindak.

Untuk mengamankan anggota DPRD yang bersidang, polisi akan mengerahkan armada sedan patroli dan kendaraan roda dua UPS. Mereka akan mengawal anggota DPRD dan berjaga-jaga di depan pintu gerbang pendapa.(wh-17g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA