
| Kamis, 14 November 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Arus Mudik Terancam Menumpuk
KAJEN - Ancaman macet di jalur pantura pada saat Lebaran mendatang akan kembali terjadi, bahkan diperkirakan kian parah. Pasalnya, jalan alternatif di jalur tengah di Kabupaten Pekalongan sepanjang 32 km yang selama ini digunakan untuk mengalihkan arus mudik kini rusak berat. Kerusakan terparah di jalur itu terjadi di sekitar Desa Purwodadi Sragi hingga Bojong. Di sepanjang jalan itu banyak dijumpai lubang besar yang sangat membahayakan kendaraan yang melintas. Kerusakan di jalan alternatif dimulai dari pertigaan jembatan Pait Siwalan-Sragi-Bojong-Wonopringgo-Kedungwuni-Buaran-Simbangwetan-Gapuro-Warungasem-Batang dan keluar kembali di jalur utama di Kota Batang. Kerusakan itu, kata Kapolres Pekalongan AKBP Drs Anas Yusuf melalui Kasatlantas AKP Muslikhun, karena banjir pada awal tahun ini. Jalan yang rusak parah dipastikan akan mengggangu arus mudik yang diperkirakan meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. ''Saya berharap, kendaraan yang terpaksa dialihkan melalui jalan alternatif ekstrahati-hati,'' kata Kasatlantas di sela-sela peninjauan jalan alteranatif di Kabupaten Pekalongan, Selasa lalu. Menurut dia, tumpukan kendaraan arus mudik di jalur pantura khususnya di sepanjang wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan diperkirakan bertambah. Sebab, pembangunan dan perbaikan di jembatan utama di Sungai Pait dan Siwalan tidak kunjung selesai. ''Jika melihat perkembangannya, jembatan tersebut belum akan selesai pada saat Lebaran nanti. Akibatnya, hal itu akan menambah kesemrawutan di jalur tersebut dan akan memperlambat arus kendaraan.'' Patroli tambahan Untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan di sepanjang jalur pantura dan jalan alterantif tersebut, Polres menyiapkan pasukan patroli tambahan, khususnya pada sepuluh hari sebelum dan sesudah lebaran. Selain itu juga ada tujuh posko polisi yang memantau arus mudik Lebaran. Sementara itu, rambu-rambu di jalur alternatif juga akan diperbanyak, sehingga dapat mengurangi ancaman kecelakaan dan kesemrawutan. Di jalan aternatif tersebut, kata dia, rambu-rambu yang ada sangat minim, sehingga akan terjadi kesemrawutan ketika arus mudik dialihkan ke sana. Selain kerusakan di jalan alternatif dan perbaikan dua jembatan besar di jalur pantura, beberapa sumbu kemacetan juga akan dijaga khusus, misalnya di sekitar Terminal Bus Kota Pekalongan. ''Sekitar Terminal Bus Pekalongan merupakan salah satu simpul kemacetan di pantura. Sebab, saat lebaran terminal baru yang diharapkan dapat mengatasi kemacetan belum bisa dioperasikan. Karena itu, lokasi itu masih akan menjadi sumbu kemacetan,'' ujarnya. (br-17e) |