| INDEKS BERITA HARI INI | Selasa, 12 November 2002 |
|
Lima Debitor Hitam Akan Diserahkan ke Polisi
JAKARTA - Setelah sekian lama tidak menyelesaikan kewajibannya, lima debitor hitam dipastikan akan dilepas dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan kasusnya akan diserahkan ke kepolisian dan kejaksaan. Demikian dikemukakan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung di Jakarta, Senin. |
Ekspor Mebel Jateng Tertahan di Pabrik
SEMARANG-Ekspor mebel dari Jateng senilai 100 juta dolar AS yang rencananya akan dikirim ke sejumlah negara di Eropa dan Amerika melalui broker-nya di Bali hingga kini masih tertahan di pabrik. Tertahanya ekspor yang sebagian besar dari kalangan produsen mebel Usaha Kecil Menengah (UKM) itu dampak dari peristiwa peledakan bom di Bali bulan lalu. |
|
|
Perang Diskon Ramaikan Pasar Swalayan
SEMARANG-Menjelang Lebaran, sejak awal bulan ini pusat-pusat perbelanjaan di Kota Semarang sudah mulai bersaing untuk menarik minat konsumen dengan menggelar berbagai macam program diskon. Bahkan, tiga sentra perbelanjaan modern yang terletak di kawasan Simpanglima, yakni Ciputra Mal, Matahari dan Ramayana Super Center memberi potongan harga hingga 70%. |
CAB Diminta Bayar Tunai Bank Niaga
JAKARTA-Konsorsium Commerce Asset Berhad (CAB) diminta untuk membayar tunai 51 persen saham Bank Niaga. Sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani bersama. Untuk setiap lembar saham Bank Niaga, CAB bersedia membayar Rp 26,5 sehingga total pembayaran mereka mencapai Rp 1,57 triliun. |
|
|
Satelindo Tambah BTS di Solo
SOLO-Untuk memperluas jangkauan, Satelindo akan menambah 10 BTS (Base Transciever Station) di berbagai wilayah di Solo. Diharapkan dengan tambahan itu, layanannya bisa meluas hingga menjangkau seluruh wilayah eks Karesidenan Surakarta. |
Telkom Tandatangani Kontrak Peluncuran Satelit 62,9 Juta Dolar
JAKARTA-Dalam rangka peluncuran satelit baru untuk menggantikan satelit Palapa B-4 yang menurut rencana akan dilakukan pertengahan tahun 2004 mendatang, PT Telkom Tbk (TLKM) menandatangani kontrak peluncuran Satelit Telkom-2 dengan perusahaan peluncur roket dari Perancis, Arianespace senilai 62,9 juta dolar AS. |
|
| KONSULTASI PERPAJAKAN PKP dan PPh Usaha Klontong ANAK Saya usaha toko kelontong eceran. Untuk masalah PPh menggunakan norma usaha kelontong 10%. Namun medio 2002 persentase norma berubah menjadi 30% yang dirasakan sangat memberatkan dan sulit dilaksanakan. Sebab secara umum dapat diketahui keuntungan barang-barang, seperti rokok, susu, beras, gula, sabun dan pasta gigi hanya 3-5% (laba kotor). Usaha anak saya juga ditetapkan sebagai PKP yang dirasakan memberatkan usahanya. |
||