
| Selasa, 12 November 2002 | Sala |
Ayu Tewas di Tangan AyahnyaKARANGANYAR- Apa yang ada di benak Tulus Nugroho (38), sehingga ia tega membunuh bocah berusia 2,5 tahun. Anak pasangan kumpul kebonya. Peristiwa yang menggegerkan warga setempat tersebut terjadi pada hari Minggu lalu (10/11), sekitar pukul 17.00. Dari penuturan tersangka kepada penyidik, semula tersangka yang beralamat di Dukuh Sonayan, Desa Jagalan, Karanganongko, Klaten tersebut mendatangi pasangan kumpul kebonya, Ny Ami (29) di tempat biasanya yang dijadikan kumpul kebo, yaitu di Dukuh Dagen, Desa Jetak Kecamatan Jaten, Karanganyar. Ibu dari Ayu Maharani (2,5) ini warga Randusari, Kalijambe, Sragen tersebut diajak pindah ke Karanganyar oleh tersangka. Di Dagen, tersangka bermaksud mencuci pakaian yang sudah banyak sekali jumlahnya. Ketika sedang mencuci, tersangka sejak siang hari mendengar tangisan Ayu, anak pasangan kumpul kebonya. Tak jelas alasannya, mengapa anak itu terus menerus menangis. ''Karena jengkel mendengar tangisan yang tak kunjung henti, lalu saya menyelentik telinganya,'' aku Tulus. Pukul Perut Setelah diselentik, tangisan Ayu tidak mereda, tapi malah makin menjadi, sehingga kemarahan tersangka semakin memuncak. Saking marahnya, tersangka lalu memukul perut korban dengan kerasnya. Pada saat itu juga tangisan korban berhenti. ''Saya dan Ami kaget mengetahui bunyi tangisan itu langsung berhenti. Seketika itu juga saya langsung membawa dia ke Puskesmas terdekat. Tapi sayang jiwanya sudah tak tertolong lagi,'' jelasnya. Kasatserse Polres Karanganyar AKP Suharyanto mengatakan, pukulan yang dilakukan tersangka terhitung sangat berat, bebannya sekitar 25 sampai 30 kg. Pukulan itu mengakibatkan luka dalam yang sangat serius, karena ginjal anak tersebut pecah ''Kami belum bisa memastikan, apakah kondisi tersangka pada saat itu dalam keadaan stres atau tidak,'' kata Suharyanto.(G8-14) |