logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 November 2002 Olahraga  
Line

Pelita Tetap Menolak Sistem Kompetisi Penuh

JAKARTA - Pelita Krakatau Steel tetap menolak rencana 16 klub yang menginginkan Liga Indonesia digelar dengan sistem kompetisi penuh. Klub itu ingin kompetisi dilaksanakan seperti tahun-tahun lalu, yakni dengan skema dua wilayah barat dan timur.

Sebaliknya, 16 klub yang lain juga ngotot kompetisi musim depan harus menggunakan format satu wilayah. Ketua Umum Persijatim Moh Zein yang mengetuai 16 klub gabungan diminta menemui Ketua Umum PSSI Agum Gumelar. Hal itu untuk memberitahukan jika 16 klub yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Klub Sepakbola Profesional Indonesia (APKSPI) menginginkan skema kompetisi satu wilayah. PSSI harus menggulirkan kompetisi Liga Indonesia 2003 dengan format kompetisi penuh.

"Kami ingin bertemu langsung Pak Agum untuk membicarakan masalah ini agar segala sesuatunya menjadi jernih. Keinginan 16 tim juga bisa dipahami oleh beliau, sehingga Ketua Umum PSSI memutuskan yang terbaik," harap Zein.

Dia menambahkan, 16 klub pendukung kompetisi penuh tetap menghormati PSSI. Bagaimanapun, kata dia, PSSI merupakan induk organisasi persepakbolaan tertinggi di Indonesia yang mempunyai legitimasi FIFA, AFF, dan AFC.

"Pada prinsipnya, kami tetap menghargai dan menghormati PSSI sebagai induk organisasi tertinggi persepakbolaan di Indonesia. Hanya melalui PSSI Kejuaraan Champions Asia dan kejuaraan internasional bisa digelar. Karena itu, kami harus menghadap Ketua Umum PSSI untuk membicarakan masalah ini," jelas Zein.

Soal jadwal pertemuan dengan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar, Zein menyebutkan, pertemuan akan dilakukan secepatnya. Hal itu mengingat waktu yang semakin mepet menjelang batas akhir libur Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru.

"Yang pasti, pertemuan akan dilakukan secepatnya. Kami tidak akan menunda pertemuan ini. Setelah mendapat kepastian kapan diterima, kami akan langsung menghadap," katanya.

Lima belas klub yang ikut pertemuan ketiga pada Sabtu (9/11) di Surabaya, yaitu GPD Sidoarjo, Arema Malang, Petrokimia Gresik, Persik Kediri, Perseden Denpasar, Barito Putra, PSM Makassar, PSIS Semarang, PSS Sleman, PKT Bontang, Persita Tangerang, Persija Jakarta, Persijatim, dan PSPS Pekanbaru.

Persipura berhalangan hadir dalam pertemuan tersebut. Namun, dalam surat yang dilayangkan ke Surabaya, tim "Mutiara Hitam" itu menegaskan mendukung hasil rapat.

Dua Wilayah

Sementara itu, Pelita Krakatau Steel tetap minta kompetisi musim depan digelar dengan format dua wilayah. Pelita menolak usul 16 tim yang bergabung dalam APKSPI.

Ketua Harian Pelita KS Joko Priyono menyatakan, tuntutan agar sistem kompetisi diubah menjadi satu wilayah itu terlambat. Waktu sudah terlalu mepet untuk mewujudkan keinginan tersebut.

"Seharusnya perdebatan ini dilakukan setelah kompetisi 2002 berakhir pada Juli lalu. Tim perlu waktu panjang untuk berpikir dan mempersiapkan dana," papar Joko.

Sebenarnya, Pelita KS tidak mempermasalahkan nanti PSSI menggunakan format dua atau satu wilayah. Yang jadi masalah, kata dia, adalah biaya operasional klub-klub peserta yang akan membubung tinggi.

"Saya khawatir bila format kompetisi penuh dipaksakan, banyak tim yang patah di tengah jalan karena tidak memiliki dana mencukupi. Bukan tidak mungkin pula pembengkakan dana menghantam ke-16 tim pendukung kompetisi penuh itu," kata Joko. Selain Pelita KS, tiga tim lain yang mendukung kompetisi dua wilayah adalah Persib Bandung, PSDS Deli Serdang, dan Semen Padang. (wgm-77e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA