
| Selasa, 12 November 2002 | Berita Utama |
Kloter I dari Donohudan, Berangkat 9 Januari 2003
SEMARANG-Banyak calon haji yang belum menguasai pengetahuan tentang haji. ''Mereka sama sekali tidak menguasai manasik. Belum paham mana syarat dan mana rukun haji. Padahal, Departemen Agama sudah membagikan buku-buku manasik, brosur dan berbagai informasi berkaitan dengan ibadah,'' kata Kakanwil Depag Jateng Drs HM Chabib Thoha MA, Minggu petang. Dia mengatakan hal itu dalam sambutan pada acara peluncuran perdana Majalah Labbaika, Informasi Umrah dan Haji, di ruang Mendut, Hotel Patra Jasa Semarang. Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Labbaika H Ali Munawar SE mengatakan, latar belakang penerbitan majalah itu karena melihat calon haji banyak yang kesulitan mendapat informasi tentang haji. ''Bahkan mereka yang mau umrah kebingungan mencari informasi kepada siapa,'' katanya. Menurut Ali Munawar, edisi perdana Labbaika dicetak 10.000 eksemplar dengan mengangkat laporan utama jumlah jamaah haji khusus yang membludak. Untuk operasional kegiatan keredaksian dipusatkan di Jalan Kauman Nomor 7 Semarang. Di dalam majalah tersebut juga memuat kolom KHM Cholil Bisri, pengasuh Pesantren Raudlatut Tholibien, Leteh, Rembang.
Sangat Minim Upacara peluncuran ditandai penyerahan majalah dari Pemred Labbaika kepada Ketua PWI Jateng H Sasongko Tedjo SE MM, Kakanwil Depag Drs HM Chabib Thoha MA, Ketua MUI Drs H Ali Mufiz MPA, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Drs KH Ahmad Darodji MSi, dan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jateng Dr HM Muchoyyar HS MA. Chabib Thoha mengakui, calon haji masih sangat minim menerima informasi tentang haji dan umrah. Karena itu, kehadiran majalah yang khusus tentang informasi haji dan umrah itu menurutnya bisa menjembatani kesulitan tersebut. ''Memang mereka mendapat buku-buku manasik, tetapi informasi yang masuk sangat terbatas,'' katanya. Yang lucu, sampai di Tanah Suci, buku-buku paket tentang manasik masih dalam kemasan plastik yang belum dibuka. ''Mestinya begitu menyetor ONH dan mendapat buku, langsung dibuka dan dibaca. Ee, ternyata tidak, baru dibuka malah sesudah sampai di Makah''.
Jamaah haji Jateng tahun 2003, kelompok terbang (kloter) pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji Donohudan 8 Januari pukul 08.00 WIB dan terbang 9 Januari 2003 pukul 08.00. ''Dari mana saja jamaah kloter pertama, sampai hari ini belum ditentukan.'' Tahun 2003, Embarkasi Donohudan akan memberangkatkan 18.284 orang. Menurut Kabid Haji Kanwil Depag Drs H Sudja'i AM, calon haji mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2002 yang memberangkatkan 20.860 orang atau turun 2.600 orang. ''Kami belum bisa menganalisis penyebab penurunan itu,'' katanya. Ketua PWI Jateng H Sasongko Tedjo SE MM mengakui, informasi tentang haji dan umrah masih sangat langka. Dia yakin apabila penerbitan itu dikelola dengan baik dan benar akan mendapat pangsa pasar tersendiri dalam masyarakat.(A19-60k) | |||||