logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 November 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Bingung Dapat Hyundai, Lapor Polisi

DEMAK- Kebanyakan orang mendapat undian hadiah berupa mobil pasti akan senang. Tapi tidak demikian bagi Kamal (45), warga Jalan Sindoro, Demak. Setelah mendapat pengumuman dia mendapatkan satu unit mobil Hyundai, dia malah bingung.

Saking bingung, Kamal melapor ke Polres Demak, Senin (11/11). Kepada polisi, dia menuturkan awal kejadian itu bermula dari anaknya, M Fahrudin Utomo (20) mendapat surat pemberitahuan dari PT Aqua Golden Mississipi Tbk Jakarta. Dalam surat itu dikabarkan Fahrudin memenangi grand prize kedua berupa satu unit mobil Hyundai Atoz senilai Rp 102.800.000.

Layaknya pengumuman dari sebuah perusahaan bonafide, surat bertanggal 23 September 2002 itu juga meminta kepada Fahrudin agar menghubungi Kabag Personalia dan Penanggung Jawab Program Drs Soenarno dengan nomor telepon 021-5700322 atau 08179196925. Surat ditandatangani Manajer Drs Yusuf Sukmanuarta.

Hal yang tampak meyakinkan dalam surat itu, ujar dia, disertai tempelan sebuah kupon yang dikirim anaknya sebelumnya. Kupon itu ditandatangani notaris Binsar Panjaitan SH.

Selain itu, surat juga dilampiri Surat Keputusan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Sekitar bernomor Pol SI/14723/RI/I X/2002 dan ditandatangani atas nama Kapolda Metro Jaya Kombes Pol Drs Anton Bachrul Alam. Tak ketinggalan, dilampirkan bukti pemeriksaan pajak undian berhadiah dari Kantor Pelayanan Pajak Wilayah IV Jakarta Raya I.

Lapor

Hal yang mencurigakan bagi Kamal, setelah nomor telepon dan HP dihubungi ternyata si penerima telepon meminta agar pajak kendaraan 25% dibayar dimuka. Pembayaran melalui nomor rekening ke Bank Lippo Cabang Demak. Bila tidak, maka mobil tidak bisa dikirim.

''Mendengar itu saya lapor ke polisi. Apakah benar undian itu?''

Setelah melalui hasil pemeriksaan polisi, ternyata terdapat kejanggalan pada surat tersebut. Antara lain modus yang digunakan menggunakan nomor rekening atau melalui ponsel. Terdapat perbedaan huruf tulisan pada kop surat tertulis PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk. Namun, di atas nama surat pengirim tertulis PT AQUA GOLDEN MISSISIPI TBK.

Warna stampel PT AQUA sama dengan warna stempel Polda Metro Jaya, biru. Kop surat kepolisian juga tidak sebagaimana lazimnya. Tinta kop surat kepolisian menggunakan tinta emas kuning. Tidak seperti warna kop seharusnya. Demikian juga huruf kop surat kepolisian diduga palsu lantaran tidak sama dengan yang asli.

Meski telah ditunjukkan oleh polisi, toh Kamal masih penasaran. Dia kemudian akan membuktikan dengan cara menghubungi kantor perusahaan air mineral yang sebenarnya. ''Saya akan membeli sebotol dan saya cari alamat yang sebenarnya.''(G5-73j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA