logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 November 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

SMU-SLTP YSKI Diancam Bom

  • Kasus Keempat dalam Sebulan

SEMARANG TIMUR- SMU dan SLTP Yayasan Sekolah Kristen Indonesia (YSKI) di Jalan Sidodadi Timur 23, Senin (11/11) mendapat ancaman bom dari penelepon gelap.

Meski tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) yang memeriksa semua ruangan di sekolah tidak menemukan bom atau bahan peledak lain, teror itu mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut.

Bahkan, sekolah memutuskan untuk memulangkan siswa lebih awal demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Ancaman bom itu datang kali pertama dari seorang lelaki pada sekitar pukul 10.15 dan diterima staf Tata Usaha (TU) Riyanto (42).

Riyanto menuturkan, begitu diangkat terdengar suara lelaki di seberang telepon bernada mengancam, ''Awas ada bom. Setelah itu telepon ditutup. Suaranya seperti remaja.''

Semula dia menganggap ancaman itu ulah orang iseng. Namun mengingat situasi belakangan ini, dia memutuskan melaporkan hal tersebut kepada pimpinan sekolah dan yayasan.

Wakasek Kesiswaan Indah Indarti dan Wakasek Sarana-Prasarana Thomas Budiarto meneruskan laporan itu ke polisi yang tiba beberapa saat kemudian.

Sekitar pukul 11.00, beberapa saat setelah belasan aparat Poltabes dan Polsek Semarang Utara tiba di lokasi, ancaman kedua muncul. Kali ini ancaman penelepon gelap itu diterima staf TU yang lain, Eko.

''Kata-katanya sama persis: awas ada bom. Setelah itu dia menutup telepon,'' tutur Eko. Karena tak ingin mengambil risiko, tim Jihandak pun didatangkan. Satu per satu ruangan ditelisik anggota tim dengan menggunakan metal detector. Akan tetapi hingga pemeriksaan berakhir sekitar pukul 14.00 tak ditemukan bom.

Kabar teror itu diketahui sebagian siswa. Namun, banyak di antara mereka tidak khawatir dengan ancaman itu. ''Ah, paling-paling orang iseng,'' ungkap seorang siswi kelas II SMU YSKI.

Beberapa dari mereka bahkan mengajak para wartawan bercanda sambil meminta difoto. Sebagian lain tak mengetahui ancaman itu. Mereka hanya bertanya-tanya melihat puluhan polisi berdatangan.

Meski demikian, ancaman bom menyebabkan para guru waswas. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, sekitar 1.500 pelajar dipulangkan lebih awal.

Dengan kejadian tersebut berarti dalam satu bulan terakhir ancaman bom sudah tiga kali terjadi. Sebelumnya menimpa rumah Ny Rina di Jalan Citarum dan Efendi di Jalan Taman Progo.

Selang beberapa hari berikutnya menimpa Gereja Kristen Jawa (GKJ) Jatingaleh di Jalan Kesatrian. Meski ternyata hanya ancaman, pimpinan Poltabes memerintah anggotanya tidak bertindak gegagah. Setiap laporan yang masuk harus segera ditindaklanjuti (G3,D7-13j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA