logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 November 2002 Internasional  
Line

Foker - 27 Jatuh di Filipina,18 Tewas

MANILA - Sedikitnya 18 penumpang tewas dan 16 lainnya berhasil diselamatkan, dalam musibah jatuhnya sebuah pesawat Fokker-27, Senin, di laut perairan dekat Manila (ibu kota Filipina), sesaat setelah pesawat itu lepas landas.

Menurut Reuters , sebanyak 16 penumpang termasuk dua warga negara Australia berhasil diselamatkan oleh kapal-kapal angkatan laut dan nelayan. Mereka seluruhnya luka-luka, tujuh di antaranya dalam keadaan kritis, dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Manila.

Fokker 27 milik maskapai penerbangan domestik LaoagAir itu baru saja lepas landas dengan 29 penumpang dan lima awak dengan tujuan kota Laoag di Filipina utara, sekitar pukul 06.00 (05.00 WIB Senin), saat jatuh di perairan Teluk Manila, bunyi taklimat Kantor Perhubungan Udara (ATO).

Sedikitnya enam warga Australia diduga berada dalam pesawat yang naas itu, dua di antaranya termasuk yang berhasil diselamatkan. Mereka sedang dalam perjalanan wisata menuju Laoag. Reruntuhan pesawat tersebut ditemukan pada kedalaman 14 meter di bawah perairan yang gelap.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, mereka melihat asap hitam dan bagian sayap belakang pesawat patah, sebelum pesawat itu menghujam ke perairan teluk tersebut. Berdasarkan laporan pendahuluan, kecelakaan itu diakibatkan gangguan mesin.

"Setelah lepas landas, pilot memberitahukan keadaan darurat ke menara (pengawas), dan dia mengeluarkan pernyataan bahwa pesawat akan melakukan pendaratan darurat di Teluk Manila," kata Direktur Kantor Perhubungan Udara Edilberto Yap, kepada jaringan stasiun televisi ABS-CBN. "Pesawat itu patah karena terpaan air saat akan mendarat darurat," tambahnya.

Keluarkan Asap

Korban yang tewas termasuk empat anak-anak dan seorang pria berusia 50 tahun, demikian menurut pejabat yang mencatat korban di lokasi penyelamatan. Sejumlah petugas penyelamat mengatakan, sembilan penumpang yang masih dilaporkan hilang kemungkinan besar juga tewas.

Salah seorang korban yang diselamatkan, diidentifikasi sebagai pramugari bernama Gemma Desala, akhirnya meninggal sesaat setelah tiba untuk dirawat di rumah sakit.

Korban lain yang berhasil diselamatkan adalah kapten pilot Bernie Crisostomo, kopilot Joseph Gardener, dan seorang warga Australia, Steve Thompson (25). Juga selamat Bryan Forester (40), yang semula dilaporkan sebagai warga negara Australia, namun kemudian kewarganegaraannya tidak dapat dikonfirmasi.

Menurut Thompson, dia melihat asap keluar dari bagian kiri pesawat. Dengan kedua lengan dan kakinya dibalut perban, di a mengatakan kepada para wartawan bahwa pilot memperingatkan para penumpang agar menahan diri sebelum pesawat jatuh. "Pesawat itu jatuh, itulah yang terjadi. Saya betul-betul tidak ingin membicarakannya," katanya.

Puluhan kapal termasuk kapal angkatan laut dikerahkan ke tempat kecelakaan, namun mereka hanya menemukan benda-benda pecahan logam dan sejumlah bagasi. AL Filipina menggunakan alat berat terapung untuk mengangkat puing-puing pesawat yang tenggelam itu.

Kecelakaan tersebut tercatat yang kedua melibatkan Fokker, dalam waktu sepekan. Sebanyak 20 dari 22 penumpang dan awak tewas di Bandara Internasional Luksemburg pada 6 November lalu, saat Fokker 50 bermesin ganda jatuh di lapangan berkabut tebal ketika akan mendarat.

Kecelakaan pesawat di Filipina terakhir kali terjadi pada April 2000, saat Boeing 737-200 Air Philippine jatuh di dekat kota Davao, Filipina selatan. Seluruh 131 penumpang dan awaknya tewas. (rtr-ed-ant-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA