
| Selasa, 12 November 2002 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Menjelang Penataan, Jumlah PKL MembengkakWONOSOBO - Pedagang kaki lima (PKL) di seputar Pasar Induk Wonosobo, menjelang penataan PKL oleh Pemkab, saat ini semakin membengkak. Pada awal pendataan oleh petugas kantor pengelola pasar beberapa bulan silam, terdapat 700-an pedagang. Namun, sekarang ada 1.300 pedagang. Kepala kantor Pengelolaan Pasar Drs Suharto MM yang ditemui wartawan pada Senin kemarin menjelaskan, perbedaan data oleh petugas dengan data yang disodorkan pedagang, antara lain karena ada PKL yang belum tercatat karena ketika pendataan tidak berjualan. Selain itu ada juga satu lokasi tempat usaha yang dipakai oleh dua PKL yang berjualan siang dan malam. Dalam waktu dekat, 1.300-an PKL yang kini tersebar di seputar pasar, segera ditempatkan di lantai II pasar tersebut. Kini sedang dilakukan pembenahan calon lokasi PKL di lantai II pasar induk. Lokasi untuk PKL itu berada di timur pasar induk, yang selama ini kosong. Dinding tembok pasar di lantai II dibongkar menjadi jendela. Hal itu agar ruang lantai II terang. Selain membongkar dinding lantai II, untuk memudahkan masyarakat yang akan berbelanja, kini sedang dibangun tangga yang langsung menuju ke lantai II. Bahkan juga dilengkapi jembatan yang melintas Jl A Yani menuju ke lantai II pasar induk. Suharto menyebutkan, untuk memindahkan PKL ke lantai II pasar induk, Pemkab menyiapkan dana Rp 4 miliar dari tahun anggaran 2002 dan 2003. PKL yang akan menempati lokasi baru di lantai II pasar induk dikenakan biaya Rp 225.000/m2. PKL boleh mengangsur selama 1,5 tahun. Bupati Drs Trimawan Nugrohadi yang ditemui terpisah mengatakan, pembangunan jembatan layang yang melintas di Jl A Yani atau di depan pasar induk, dilakukan oleh pihak ketiga. Sebagai kompensasi, pihak ketiga boleh memanfaatkan jembatan itu untuk memasang reklame pada jangka waktu tertentu. Keterangan lain menyebutkan, pembenahan lantai II pasar induk untuk lokasi PKL diperkirakan selesai pada akhir Desember 2002. (P55-56e) |