logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 12 November 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Pembunuh Cakian Tertangkap

PEMALANG - Teka-teki siapa pembunuh Cakian (45), petani warga Dukuh Kademungan, Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Pemalang kini terbongkar, menyusul ditangkapnya pelaku kejahatan itu oleh petugas Sat Serse Polres Pemalang kemarin.

Kapolres AKBP Drs Denny Iswoko lewat Kasatserse AKP Supriyadi mengatakan, tersangka Suatmo (25) warga Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan ditangkap di tempat persembunyian, yaitu di Desa Kayuringin RT 13 RW 3, Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi.

''Kini tersangka belum ada di Mapolres. karena masih dibawa petugas untuk mengembangkan kasus tersebut,'' katanya.

Berdasarkan keterangan tersangka kepada petugas, setelah membunuh korban Cakian, tersangka pergi ke Jakarta. Kemudian pindah ke daerah Bekasi bekerja sebagai penarik ojek.

Sedangkan kendaraan yang digunakan milik tersangka yaitu Honda G-5111-KD.

Kendaraan itu kini diamankan di Mapolres. Selain Suatmo tersangka lainnya yang sudah ditangkap adalah Sugri (44) penduduk Desa Pegundan. Namun kepada polisi dia mengelak ikut melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian korban. Dia bahkan menyatakan tidak kenal dengan tersangka Suatmo.

Seperti diberitakan (Suara Merdeka 25/10) mayat Cakian ditemukan dengan keadaan mengenaskan. Seluruh tubuhnya tertutup lumpur di pinggir saluran pengairan sawah Dukuh Sigempol, Desa Loning, Kecamatan Petarukan.

Sedang Bekerja

Istri korban Minati (36) dalam keterangannya kepada petugas mengatakan, mayat suaminya pertama kali ditemukan oleh Timbul. Pada saat itu Timbul sedang bekerja mengaliri sawahnya yang letaknya tak jauh dari letak mayat.

Posisi mayat saat itu tidak kelihatan seluruhnya, karena tertutup tanah lumpur. Orang mengetahui ada mayat karena tercium bau tidak sedap. Setelah dicari terlihat ada telapak tangan orang yang menyembul dari lumpur. Ketika lumpur dibongkar baru diketahui kalau mayat itu adalah Cakian.

Korban terakhir kali keluar dari rumah pada Minggu (20/10) malam pukul 21.30. Pada saat itu korban pamitan hendak pergi ke sawah. Korban naik sepeda motor dan membawa uang Rp 2 juta. Tetapi hingga pagi hari korban tidak pulang. Keluarganya saat itu tidak curiga.

Diperkirakan keluarga korban sedang pergi mengurus sesuatu. Korban ditemukan pada Rabu (23/10) pukul 15.00. Pada tubuh korban kelihatan bekas-bekas penganiayaan. Terutama pada bagian kepala dan punggungnya nampak bekas terkena benda tajam.(sf-58)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA