
| Selasa, 12 November 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Lima Perampok Tambak Udang Dibekuk
BREBES - Kemampuan Polisi mengungkap kasus kejahatan sangat ditentukan oleh kejelian dan kecermatan mengumpulkan data awal di tempat kejadian. Itu terlihat ketika petugas Satserse Polres Brebes mengungkap perampokan di demplot tambak udang Dinas Perikanan dan Kelautan. Perampok selain membawa kabur barang jarahan sekitar 3 kuintal udang windu, juga uang tunai Rp 2 juta, dan satu celana untuk olahraga milik salah seorang petugas perikanan. Dari celana warna biru tesebut, petugas berhasil mengungkap dan sekaligus menangkap lima pelaku, dari 10 orang komplotan mereka. ''Celana itu diambil teman saya, kemudian saya bawa pulang,'' kata Sunata (37) warga Kelurahan Limbangan Wetan Kecamatan Brebes. Lelaki asal Heurgelis, Indramayu itu, akhirnya diringkus petugas, karena dianggap mencuri celana. Celana itu, semula dijemur di depan rumah, kemudian diambil petugas dan dikonfirmasikan kepada pemilik. Setelah Sunata diringkus, secara bergantian digiring Wasroni (30) warga Kelurahan Pasarbatang, Kasori alias Poci (30) Desa Kupu, Subari (42) Desa Kedunguter dan Sinang (30) Desa Sigambir. Tiga dari lima tersangka itu, terpaksa di dor petugas, karena berusaha kabur ketika akan ditangkap. Mereka yang ditembak bagian kaki adalah, Sunata, Subari dan Sinang. ''Sedangkan lima kawanan lain, termasuk pelaku bernama Widodo kabur,'' kata Kapolres AKBP Drs Bambang Purwanto MSi melalui Kasatserse Iptu Eko Hadi Prayitno, kemarin. Aksi perampokan itu terjadi 4 November lalu pukul 00.30. Tiga penjaga tambak demplot udang milik dinas perikanan dan kelautan di Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes, tiba-tiba didatangi 10 orang rampok. Mereka bersenjatakan pedang, celurit, dan senjata tajam lain. ''Kalau melawan saya habisi,'' gertak mereka kepada Aris, Casmuri dan Sunarto, yang malam itu berjaga di sekitar gubuk tambak. Tidak Bersahabat Melihat wajah perampok begitu sangar dan tidak bersahabat, ke tiga penjaga tidak melakukan perlawanan. Mereka diam, kemudian masing-masing kedua tangannya diikat. Setelah itu ketiga orang itu digabung menjadi satu ikatan, sehingga praktis tak bisa bergerak dengan leluasa. Dalam keadaan tak berdaya, perampok dengan leluasa menjaring udang windu dengan menggunakan alat jaring yang sudah disiapkan. Dalam tempo dua jam, mereka mengangkat sekitar tiga kuintal udang. Barang tersebut dipikul, selanjutnya dijual di daerah Gebang, Cirebon. ''Dari penjualan udang kami dapat Rp 2,5 juta, dengan berat udang 1,5 kuintal. Masing-masing kebagian Rp 230 ribu, karena sudah dipotong biaya makan dan transport,'' papar Subari, salah seorang tersangka. Sebelum aksi digelar, Subari bertugas mengecek lokasi yang akan dijadikan sasaran perampokan. Subari terkadang menyamar sebagai seorang pemancing, sehingga tak dicurigai petambak setempat. Kapolres tetap akan melakukan pengejaran terhadap lima tersangka yang melarikan diri. ''Identitas mereka sudah ada pada polisi. Karena itu sebaiknya menyerahkan diri,'' pinta Kapolres.(wh-58) |