logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 11 November 2002 Sala  
Line

Warga Rinjani Dalam Ngangsu

  • Air dari PDAM Cratcrit

MOJOSONGO- Warga Rinjani Dalam RT 4 RW 18, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta harus ngangsu tiap hari untuk mendapatkan air bersih. Kegiatan tiap hari itu terpaksa dilakukan, karena aliran air dari PDAM macet.

Warga menuturkan, sebelumnya untuk mendapatkan air mereka harus begadang tiap malam. Air baru mengalir sekitar pukul 02.00. Itu pun hanya dua-tiga jam. ''Dengan rentang waktu sependek itu kebutuhan air untuk warga jelas tidak akan terpenuhi, apalagi alirannya kecil,'' ungkap Ningsih, warga.

Tragisnya saat menunggu air mengalir, kadang ada yang sampai ketiduran, dan begitu bangun ternyata air sudah mati. ''Itu yang paling menjengkelkan, sebab pagi hari sebelum jam kerja dan anak-anak berangkat sekolah air sangat dibutuhkan,'' papar Muda.

Beberapa warga terpaksa mengungsi ke tempat saudara atau temannya hanya untuk sekadar mandi. ''Saya sering mandi ke rumah adik saya di Lompo, Batang, kadang juga mencuci di sana,'' ujar Ny Agus. Repotnya bila ternyata di tempat itu airnya juga mati. Jika sudah begitu, untuk mandi mesti menunggu air mengalir.

Soal aliran air yang macet pernah disampaikan salah seorang warga, Leo Tiono, kepada PDAM. Saat itu diperoleh jawaban, warga bersabar dulu sebab debit air sekarang sedang turun.

Karena aliran air semakin mengecil, warga dengan terpaksa memberanikan diri membuka hidran untuk mendapatkan air. Dengan menggunakan ember, sedikit demi sedikit mereka mengumpulkan air. Kebiasaan baru, ngangsu, itu biasanya dilakukan warga pada sore dan malam hari.

Kendati berat lantaran harus bolak-balik membawa ember berisi air dari lokasi hidran sampai ke rumah, hal itu tetap dilakukan karena sudah tidak ada jalan lain lagi. ''Capai memang tetapi harus bagaimana lagi wong jika tidak begitu ya tidak dapat air,'' ucap Beti.

Warga mengungkapkan, sebenarnya PDAM juga pernah mendatangkan mobil tangki untuk memberikan bantuan air ke wilayah tersebut.

Mungkin lantaran terbatas, masih banyak warga yang tidak kebagian. ''Membayar pun kami tak masalah asal mendapatkan air.''(wk-42j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA