
| Senin, 11 November 2002 | Sala |
Perang Spanduk AntarparpolWONOGIRI-Aksi perang spanduk antarparpol yang menyoroti soal penyebutan istilah virus bahaya laten, kini terjadi di Wonogiri. Itu terjadi sejak PDI-P memasang sejumlah spanduk di tempat-tempat strategis di wilayah kota, yang kemudian ditandingi oleh Partai Golongan Karya (Golkar). Sebagai kekuatan mayoritas dengan pemilikan 23 dari 45 kursi di DPRD, PDI-P telah kreatif memasang spanduk perlunya menjalin kesatuan dan persatuan, yang di dalamnya dituliskan kalimat peringatan ''Waspada terhadap Virus Bahaya Laten Orde Baru.'' Tapi kemunculan spanduk berlambang PDI-P dengan kalimat menggelitik tentang waspada terhadap virus bahaya laten Orde Baru itu, kemudian ditandingi dengan pemasangan spanduk Partai Golkar warna kuning berlambang pohon beringin, bertuliskan: ''Awas Bahaya Laten Virus Komunis di Indonesia.'' Bersamaan itu, juru bicara Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Wonogiri, Sutrisno BA, juga memberikan tanggapan kritis karena tidak rela terhadap penyebutan virus bahaya laten Orde Baru. Sebab menurut pemahamannya, Orde Baru bukan sebagai virus bahaya laten. Menurut anggota FPG ini, arti bahaya laten adalah suatu organisasi yang mempunyai itikad tidak baik terhadap negara. ''Kasarnya, suatu organisasi atau kelompok yang memberontak atau menggulingkan pemerintahan yang sah, demi mewujudkan cita-citanya. Contoh konkretnya bahaya laten PKI, yang jelas-jelas ingin mengubah Pancasila dengan paham komunisme,'' katanya. ''Apakah Orde Baru pernah ingin mengubah Pancasila sebagai dasar negara ? Apakah Orde Baru pernah melakukan pemberontakan terhadap negara RI yang sah ?. Seingat kami, Orde Baru sejak kelahirannya konsisten mempunyai tekad untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekuen,'' ujarnya. Kata Sutrisno, tapi kita jangan munafik, banyak hasil perjuangan Orde Baru yang dapat dinikmati masyarakat banyak. Walau itu ada kekurangannya, sebab yang namanya manusia tidaklah ada orang yang sempurna. Ketua DPC PDI-P Wonogiri, Sugimin Djoko Suwondo ST, menyatakan, spanduk PDI-P itu merupakan hasil kreativitas dari kalangan muda PDI-P. ''Begitu saja kok repot ? Mestinya jangan sampai ada parpol yang kemudian tersinggung oleh spanduk PDI-P, sebab di dalamnya tidak pernah menyebut parpol tertentu. Jujur saja, keadaan bangsa dan negara menjadi terpuruk sekarang ini, tidak dapat begitu dilepaskan dari keberadaan Orde Baru,'' katanya.(P27-14) |