logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 11 November 2002 Sala  
Line

Untuk Sementara, Solo Diprediksi Bebas Banjir

KOTA- Untuk sementara, Solo diprediksikan bebas dari banjir, meski musim hujan telah datang. Namun bila curah hujan meningkat dan debit air daerah hulu Solo meningkat, kemungkinan air akan menggenangi kota.

Hal itu terjadi bila masyarakat tidak segera membersihkan saluran air yang mampat selama musim kemarau.

Demikian dikemukakan Kepala Balai Penelitian Pengembangan Teknologi Pengairan Daerah Aliran Sungai (BPPTPDAS) Ir Nugroho Sulistyo Priyono MSc kepada Suara Merdeka, kemarin.

Dia mengemukakan, sementara waktu Solo masih belum menjadi daerah rawan banjir lantaran air hujan masih bisa meresap ke dalam tanah setelah musim kemarau.

''Apalagi di daerah hulu seperti Klaten, Wonogiri, dan Tawangmangu intensitas hujan belum terlalu tinggi.''

Hal senada disampaikan oleh Kasubdin Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta Ir Endang Sitoresmi.

Intensitas hujan, ujar Nuroho, memang masih rendah. Namun pada bulan-bulan mendatang, intensitasnya akan meningkat. Peningkatan curah hujan itulah yang dikatakannya akan mendatangkan banjir di wilayah perkotaan akibat saluran air yang buntu.

Banjir di Solo

Penyebab banjir di Solo, ungkap Endang, dibedakan menjadi dua macam yaitu banjir yang disebabkan luapan air sungai Bengawan Solo dan banjir akibat hujan.

''Antisipasi terhadap keduanya sudah kami lakukan. Misalnya kami telah memperbaiki talud di Kali Pepe. Kami juga terus memantau di pintu-pintu air utama seperti pintu kali Demangan.''

Pintu kali Demangan merupakan pintu air dari daerah hulu. Jika air meluap akan mengalir ke Kali Pepe dan langsung ke kota sehingga perlu terus dipantau pembukaan dan penutupannya.

Dia menjelaskan, daerah rawan banjir di Solo akibat hujan lokal adalah Kadipiro RW 12, Nusukan RW 18, daerah sekitar Kali Nayu, dan daerah dekat Unisri. Banjir tersebut terjadi lantaran Kali Nayu tak lagi bisa menampung kapasitas air. ''Kali Nayu mengalami penyempitan di daerah bawah jembatan.''

Untuk mengantisipasinya, DPU telah membongkar di bawah jembatan dan memindahkan tiang penyangga keluar dari badan sungai sehingga tidak lagi sempit.

Meski disinyalir pembangunan itu sedikit terlambat karena musim penghujan telah datang, Endang mengakui dana Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Rp 1 miliar baru turun Oktober, sehingga semua program dari dana itu baru bisa dilaksanakan November mendatang. Program itu diperkirakan rampung akhir Desember.

Jika di daerah hulu Solo mengalami banjir, baru tujuh jam kemudian limpahan air tersebut mencapai pintu air Demangan. ''Namun bila ada hujan di daerah hulu, waktunya akan kurang dari itu dan sulit diprediksi.''(ev-51j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA