
| Senin, 11 November 2002 | Sala |
Soal Geger Proyek Wonopedut
''Kami Tetap Akan Berjuang''BOYOLALI- Koordinator Koalisi Masyarakat Pengguna Air Sidopekso (Kompas) Drs Anis Susanto tidak memedulikan kedatangan tujuh kepala desa di Kecamatan Cepogo, Boyolali yang menemui Bupati dr H Djaka Srijanta. ''Ya silakan saja mereka menemui dan memberi dukungan proyek pengadaan air bersih Umbul Wonopedut. Saya kira wajar-wajar saja, sebab para kepala desa itu aparatnya Bupati di daerah,'' ungkapnya saat ditemui di rumahnya, belum lama ini. Meski demikian, ujar dia, dukungan para kepala desa belum tentu diikuti warga. Dengan kata lain, warga akan memberikan dukungan pula pada Kompas yang merupakan alat perjuangan rakyat berkaitan dengan rencana pembangunan proyek air bersih. Apa yang dilakukan selama ini murni perjuangan. Jika para kepala desa menemui Bupati, itu hak mereka. ''Kami akan tetap berjuang membela kebenaran dan kejujuran.'' Sosialisasi Internal Sebagaimana diberitakan, pada 5 November lalu tujuh kepala desa menemui Bupati. Intinya mereka mendukung kelanjutan proyek pembangunan air bersih Umbul Wonopedut. Mereka juga berjanji menyosialisasikan. Tujuh desa itu adalah Desa Cepogo, Gubug, Sukabumi, Cabean Kunti, Genting, Mliwis, dan Kembangkuning. Sebelumnya, 31 Oktober ribuan warga di tujuh desa yang tergabung dalam Kompas melampiskan kemarahan dengan merusak Bendungan Umbul Wonopedut. Mereka mengaku kesal dan kecewa karena proyek pembangunan air bersih yang akan dibangun dengan dana Rp 8 miliar itu tidak melibatkan masyarakat. Juga belum dilakukan sosialisasi kepada warga. Sampai sekarang Anis belum bisa memberikan jawaban pasti setuju dan tidak proyek air bersih dilanjutkan. Yang jelas untuk sementara cooling down sembari melakukan sosialisasi internal. Dia berharap, kasus perusakan tidak terulang dan semua persoalaan diselesaikan dengan kepala dingin. (shj-14j) |