
| Senin, 11 November 2002 | Sala |
Parkir Barat Pagelaran Sebaiknya Ditutup
ALUN-ALUN LOR- Implikasi rencana perubahan arus lalu lintas seputar Alun-alun Lor Keraton Surakarta yang akan dimulai Senin (11/11) masih menimbulkan pro-kontra di kalangan anggota DPRD. Perdebatan antara lain menyangkut parkir kendaraan, terutama permintaan penutupan areal parkir di barat Pagelaran Keraton Surakarta yang berakses di Jalan Supit Urang. Tapi sebagian pedagang Pasar Klewer menyatakan keberatan bila areal parkir itu ditutup, sebab akan menyulitkan bongkar muat barang. ''Jika parkir di tempat itu ditutup, lalu mau parkir di mana lagi? Apa mau diculke begitu saja, sehingga kendaraan parkir seenaknya di mana saja,'' tandas anggota Komisi D Zaenal Arifin, kemarin. Wakil rakyat itu berpendapat, permintaan penutupan areal parkir berkaitan dengan perubahan arus lalu lintas seputar Alun-alun Lor semestinya diperhitungkan cermat. Terlebih lokasi parkir yang akan dibuat di selatan dan utara depan Masjid Agung hingga kini belum rampung. ''Lo parkir di situ kan yang mengelola keraton. Lahannya juga disediakan keraton. Jadi semestinya Pemkot berterima kasih dan tinggal memungut pajak parkir 20%.''
Sebagaimana diberitakan, rencana pengalihan arus lalu lintas itu lantaran jalan depan pagelaran akan ditutup dalam revitalisasi Alun-alun Lor. Aspal jalan itu akan diganti paving, sehingga pagelaran akan menyatu dengan alun-alun itu. Konsep Ruang Anggota Komisi D lain, Drs Agus Priyono, justru mempertanyakan keberadaan parkir di barat pagelaran. Dia berpendapat, karena penataan kawasan itu rangkaian revitalisasi Alun-alun Lor, keraton juga perlu mengembalikan konsep ruangnya. ''Tinjau lagi, dahulu tempat itu untuk apa? Jika taman, ya seharusnya untuk taman. Jangan dimanfaatkan untuk parkir. Soal parkir pindahkan ke lokasi lain, misalnya uji coba di calon areal parkir depan Masjid Agung.'' Dia setuju parkir di barat pagelaran ditutup. Alasannya, biar tidak menambah ruwet arus lalu lintas yang rencananya dialihkan ke Jalan Supit Urang. Sebab akses masuk lokasi parkir itu lewat jalan supit urang yang berseberangan dengan Pasar Klewer timur. ''Kami juga kembali kepada konsep awal revitalisasi. Jika Alun-alun Lor dibenahi, sudah selayaknya pagelaran juga harus dibenahi. Karena itu akan menjadi aneh, kawasan alun-alun saja yang ditata tetapi pagelaran justru dibiarkan.'' Dia mengungkapkan, proyek revitalisasi seperti penataan lahan Alun-alun Lor dan depan Masjid Agung yang kini sedang dilakukan tersebut bertujuan untuk mendukung pelestarian Keraton Surakarta dan sekitar.(D11-42j) |