logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 11 November 2002 Olahraga  
Line

Indonesia Rebut Satu Emas

JAKARTA-Pasangan ganda putra David Yacobs/Yon Mardiono menyelamatkan wajah tenis meja Indonesia dengan merebut medali emas pada Kejuaraan Tenis Meja Asia Tenggara (SEATTA) III yang berakhir Minggu, petang kemarin di Gedung Senam Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang.

Mereka mengalahkan duet kakak beradik dari Thailand, Puchong Sanguansin/Pak Phoom 11-4, 11-4, 11-6 pada babak final yang disaksikan sekitar 2.000 penonton termasuk Ketua Umum PP PTMSI Tahir MBA. Bagi David/Yon, kemenangan itu juga pembalasan atas kekalahan seniornya Ismu Harinto/Deddy da Costa di semifinal.

Sukses ganda putra merebut medali emas tersebut juga menjadi pelipur lara, setelah dua hari lalu tim putra gagal merebut emas di nomor beregu.

Pada SEATTA dua tahun lalu di Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia juga hanya merebut satu medali emas melalui pasangan ganda campuran, David Yacobs/Fauziah Yulianti.

Pada tahun ini Indonesia sebetulnya bisa merebut dua medali emas, jika saja ganda putri Rossy Pratiwi/Fauziah Yulianti tampil lebih tenang ketika menghadapi pasangan andalan Singapura Jin Jun Hong/Li Jia Wei dalam partai final.

Bonus

Duet Rossy/Fauziah yang unggul 8-3 di set kelima, akhirnya disusul dan kalah 9-11, (11-5, 5-11, 6-11, 12-10). Sebagai perebut medali emas, pasangan David Yacobs/Yon Mardiono memperoleh bonus dari Ketua Umum PP PTMSI Rp 50 juta.

Rossy/Fauziah yang mendapat medali perak mendapatkan bonus Rp 25 juta. Secara keseluruhan, tuan rumah merebut 1 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu. Singapura tampil dominan dengan merebut 5 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu. Lima medali emas Singapura masing-masing diperoleh dari nomor beregu putra-putri, ganda campuran, ganda putri dan tunggal putri.

Seusai pertandingan, duet Yon/David menjelaskan, kunci kemenangan mereka dalam pertandingan lawan pasangan Thailand tersebut terletak pada strategi mengambil inisiatif penyerangan. ''Kami lihat mereka saat mengalahkan Ismu dan Deddy. Mereka menang dan unggul karena memegang inisiatif penyerangan," kata Yon Mardiono.

Kepada wartawan, Tahir MBA mengatakan, hasil dari kejuaraa itu luar biasa, karena dengan prestasi satu emas dan dua perak jauh lebih baik daripada hasil dua tahun lalu.

''Kalau saja duet ganda putri lebih tenang, bukan tidak mungkin kita mampu mendulang dua emas,'' ujarnya.

Tahir menambahkan, PB PTMSI berencana akan mendatangkan pelatih terbaik dunia untuk meningkatkan kualitas petenis meja Tanah Air, khususnya untuk sektor putri. ''Ini kebijakan balik kami yang tidak akan mendatangkan pemain imigran seperti yang dilakukan Singapura,'' tambahnya.

Hasil lengkap partai final:

Ganda putra:

- David Jacobs/Yon Mardiono (Indonesia) vs Phucong Sanguansin/Phakphoom Sanguansin (Thailand) 11-4, 11-4, 11-6.

Ganda putri: - Li Jia We/Jing Jun Hong (Singapura) vs Fauziah Yulianti/Rossy Pratiwi Dipoyanti (Indonesia) 11-5, 5-11, 11-6, 10-12, 11-9.

Ganda campuran:

- Zhang Thai Yong/Jing Jun Hong (Singapura) vs Cai Xiao Li/Zhang Xueling (Singapura) 11-4, 11-7, 7-11, 4-11, 12-10.

Tunggal putra:

- Tran Tuan Quynh (Vietnam) vs Nguyen Nam Hai (Vietnam) 11-4, 11-8, 11-7, 8-11, 11-6

Tunggal putri:

- Zhang Xueling (Singapura) vs Nanthana Komwong (Thailand) 11-9, 11-8, 11-13, 7-11, 6-11, 11-8, 11-8

Beregu putra: Singapura vs Indonesia 3-2

Beregu putri: Singapura vs Thailand 3-0

(bn-22e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA