
| Senin, 11 November 2002 | Olahraga |
Kompetisi Divisi II
Empat Besar Belum JelasSEMARANG- Sudah hampir tiga bulan, babak ''4 besar'' kompetisi Divisi II PSSI belum ada keputusan. Akibatnya, tim-tim yang akan berlaga, antara lain Apacinti Ungaran, merasakan dampaknya. Mereka dapat dikatakan sudah kehilangan gairah. ''Anak-anak kelihatan frustrasi. Jadwal empat besar yang kami tunggu sampai sekarang belum juga terbit. Jadi, kalau kami hitung, sejak Apacinti lolos hingga sekarang sudah hampir tiga bulan,'' tutur pelatih PS Apacinti, Nursahid, petang kemarin. Dia mengatakan, sebenarnya hanya tinggal selangkah lagi Apacinti promosi ke Divisi I Nasional. Namun kesempatan itu terganjal oleh kondisi yang ada, setelah Persekad Depok, Apacinti, PSKB Binjai, dan Persibo Bojonegoro lolos empat besar, muncul protes dari Persid Jember. ''Setelah menghasilkan empat besar, baru ada protes. Ironisnya, protes Jember terhadap Persibo ditanggapi Komdis PSSI, sehingga akhirnya babak empat besar menjadi berlarut-larut seperti ini,'' tambahnya. Persid Jember memprotes pemakaian pemain Persibo Bojonegoro, yaitu Raditya, yang masih tercatat sebagai pemain PS Mitra Kalteng. Untuk memberi motivasi terhadap para pemain supaya mereka tetap bergairah, timnya mengikuti berbagai turnamen, di antaranya turnamen di Solo, Pekalongan, Kendal, dan terakhir di Piala Bupati Batang yang berhasil menjadi runner up setelah di final kalah 0 - 1 dari PSIS. Diubah 6 Besar Hingga kemarin, Apacinti baru mendengar dan belum jelas kepastiannya tentang akan diubahnya babak ''4 besar'' menjadi ''6 besar''. Menurut Nursahid, surat pemberitahuan dari PSSI belum turun. Yang dia ketahui, babak ''6 besar'' akan diputar 10 hari setelah Lebaran. Rencana PSSI, enam besar akan diikuti Apacinti, Persekad Depok, PSKB Binjai, Persibo, ditambah dua tim terbaik lainnya, yaitu Persij Jember dan Persibom Bolaan Mongondow. Dua tim terbaik dari mereka akan promosi ke Divisi I. ''Kalau dikatakan rugi, sudah jelas kami rugi segala-galanya. Tim kami merupakan runner up terbaik, sekarang diubah menjadi enam tim. Waktunya juga belum jelas. Hanya perkiraan, dimainkan 10 hari setelah Lebaran.'' Tetapi, lanjut Nursahid, semua akan diambil hikmahnya, karena tim-tim yang sedang menunggu juga merasakan hal serupa. Istirahat hampir tiga bulan, juga membawa keberuntungan tersendiri. Dua pemain andalan, Suparno (stopper) dan Guruh Agung (libero), yang harus istirahat total akibat cedera lutut dan engkel, sekarang sudah sembuh total, setelah istirahat hampir tiga bulan. ''Di sisi lain, protes-memprotes itu membawa hikmah tersendiri bagi tim kami. Dua pertandingan terakhir, dua pemain itu tidak kami turunkan, sekarang sudah sembuh total, sehingga persiapan kami akan lebih baik.'' Dari 24 pemain yang disiapkan, mulai hari ini baru memulai latihan, setelah diistirahatkan selama delapan hari menjelang bulan Puasa tiba. (C16-77t) |