logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 11 November 2002 Olahraga  
Line

Bali Batal Menjadi Tuan Rumah

JAKARTA - Melihat kondisi Stadion Ngurah Rai Denpasar tidak memenuhi syarat, PSSI akhirnya membatalkan niat menunjuk Bali sebagai tuan rumah babak penyisihan Piala Tiger IV, Desember mendatang. Semula PSSI berkeinginan kuat menggelar babak penyisihan Piala Tiger IV tersebut dengan tujuan utama memulihkan kondisi Bali pascaledakan bom 12 Oktober lalu.

Menurut Sekjen PSSI Tri Goestoro kepada wartawan di Jakarta siang kemarin seusai mengikuti rapat Federasi Sepakbola Asean (AFF), dengan batalnya Bali maka Jakarta tetap menjadi tuan rumah babak penyisihan, semifinal, dan final Piala Tiger.

''Sebetulnya PSSI, terutama Pak Agum Gumelar punya iktikad baik memindahkan tempat pertandingan babak penyisihan Piala Tiger dari Jakarta ke Bali. Namun, setelah saya laporkan kondisi di sana, Pak Agum memutuskan penunjukan Bali sebagai tuan rumah Piala Tiger jangan dipaksakan,'' kata Tri.

Jika tetap dipaksakan, dikhawatirkan justru menjadi bumerang dan itu akan merusak citra Piala Tiger. Seperti diketahui, empat hari lalu Ketua Umum PSSI Agum Gumelar menugaskan Tri Goestoro meninjau kelayakan Stadion Ngurah Rai dan Kompyang Sujana di Bali.

Dari pemantauan itu, Tri menyebutkan, lapangan di kedua tempat ini masih perlu pembenahan. Padahal, pelaksanaan Piala Tiger tinggal sebulan lagi, sehingga tidak mungkin memaksakan Bali sebagai tuan rumah. Itu berarti dalam Piala Tiger nanti PSSI akan menggunakan Stadion Gelora Bung Karno dan Lebak Bulus.

Hanya, tambah Tri, Stadion Lebak Bulus perlu dibenahi. Apalagi rumput di stadion itu sangat memprihatinkan. ''Namun, hal ini sudah kami beritahukan kepada pengelola. Mudah-mudahan pengelola melakukan terobosan agar rumput di sana diperbaiki,'' ujarnya.

Dalam rapat AFF juga diputuskan tentang program tahunan berupa kompetisi semua tingkatan mulai dari U-14, 16, 18 hingga futsal. Kompetisi U-16 akan berlangsung pada Desember 2003 di Laos dan Thailand.

Di turnamen kali ini, Indonesia berada di grup A bersama Vietnam, Brunei Darussalam, Laos, dan Kamboja. U-18 yang berlangsung Juni 2003 di Myanmar dan Vietnam, Indonesia bercokol di Grup B bersama Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Maladewa. Masuknya Maladewa yang bukan negara ASEAN, menurut Tri merupakan kebijakan khusus AFF yang memprioritaskan negara yang punya hubungan baik dengan AFF. (bn-77e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA