logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 11 November 2002 Olahraga  
Line

Mayoritas Klub Siap Gelar Liga Sendiri

SEMARANG - PSIS masih tetap pada pendiriannya, yaitu mendukung mayoritas tim yang berkeinginan mengubah sistem Kompetisi Divisi Utama dari format dua wilayah menjadi satu wilayah. Enam belastim termasuk PSIS sepakat untuk bertanding dengan sistem kompetisi penuh.

''Dari 16 klub yang sudah sepakat, memberi deadline kepada PSSI sampai Lebaran. Kami (16 klub-red) sudah berikrar, kalau PSSI tidak setuju dengan sistem satu wilayah, kami akan menggelar kompetisi sendiri, '' tutur Manajer Tim PSIS, Yoyok Sukawi semalam.

Keinginan seperti itu sudah disampaikan ke PSSI ketika ada pertemuan antarmanajer tim yang berlangsung di Hotel Hilton Jakarta beberapa hari lalu, tetapi belum membuahkan hasil. Dari 20 kesebelasan yang ada di Divisi Utama, hanya PS Pelita Krakatau Steel, Persib, Persikota, dan Semen Padang yang tidak setuju. Pertemuan serupa diulang Minggu kemarin di Hotel Sahid Surabaya.

''Untuk lebih jelasnya, tanya langsung ke pelatih (Daniel Roekito-Red). Dia yang mewakili saya di Surabaya.Ketua Umum PSIS juga mendukung kompetisi dijadikan satu wilayah,'' tambahnya.

Klub - klub yang berminat menggelar kompetisi sendiri, bertambah semangat karena sudah ada sebuah event organizer yang ingin menjadi sponsor. Setiap tim akan mendapat subsidi antara Rp 200 - Rp 400 juta, tergantung jauh dekatnya tim dengan Jakarta. Persipura misalnya, akan mendapat subsidi lebih dari apa yang diterima oleh PSIS. ''Total hadiah yang disediakan mencapai Rp 1 milyar,'' tandasnya.

Agum Gumelar

Dalam pada itu, Daniel Roekito yang baru tiba dari Surabaya semalam, juga sudah menyampaikan keinginannya pada pertemuan kemarin. ''Ya seperti itu. Batas waktunya sampai Lebaran. Kalau belum ada keputusan, 16 tim akan menggelar kompetisi sendiri,'' tandasnya.

Hasil rapat kemarin, hari ini akan mendesak lagi ke PSSI supaya bersedia memenuhi keinginan 16 klub. Merela menugaskan Imam Supardi dari Petrokimia Putra, Ashari dari PSM Ujung Pandang dan Subardi dari PSS Sleman.

''Saya belum berani bicara banyak, karena tiga utusan yang mewakili 16 klub baru akan menghadap Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar di Jakarta. Jadi kami masih menunggu hasilnya''.

Sementara itu, setelah diistirahatkan selama delapan hari, sore ini PSIS mulai latihan lagi di Stadion Jatidiri mulai pukul 16.30. Dengan demikian, latihan selama bulan puasa, hanya berjalan sekitar satu jam. Pagi hari tidak ada latihan.

Tentang Nurul Huda yang cedera patah tulang, namun beberapa hari lalu sudah mulai berlatih, Daniel Roekito tidak terlalu banyak berharap. Ada kemungkinan, untuk musim kompetisi kali ini pemain itu tidak didaftarkan ke PSSI.

''Cedera seperti itu membutuhkan waktu lama untuk memulihkannya. Perlu adaptasi untuk memulihkan kepercayaan diri. Dia masih kelihatan trauma, sehingga ada kemungkinan tidak kami daftarkan ke PSSI.''

Nurul Huda mengalami cedera patah tulang kaki ketika memperkuat PSIS menghadapi tuan rumah Persema Malang, musim kompetisi tahun lalu. Ketika itu Bonggo Pribadi dkk bermain di Stadion Gajayana. Dalam sebuah duel keras, salah satu pemain tuan rumah mengganjal Nuruh Huda, mantan pemain Primavera, hingga patah kaki seketika. Nurul pun harus absen lama. (C16-77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA