
| Senin, 11 November 2002 | Berita Utama |
Hujan Deras, Sebagian Kota Semarang TergenangSEMARANG-Hujan disertai angin sekitar tiga puluh menit, kemarin petang mengakibatkan sebagian Kota Semarang tergenang air. Bahkan, di kawasan Simpanglima genangan mencapai setengah lutut orang dewasa, sehingga mengganggu arus lalu lintas. Banyak sepeda motor mogok. Pengendara terpaksa turun dan berjalan kaki sembari menuntun kendaraannya ke pinggir jalan. Sementara mobil berbodi pendek, seperti jenis sedan, terpaksa berbalik arah untuk menghindari genangan air yang tiba-tiba muncul. Sama seperti musin hujan tahun-tahun sebelumnya, genangan air setinggi lutut orang dewasa muncul di Jalan Pandanaran dan sekitar bundaran air mancur Jalan Pahlawan. Di Jalan Pandanaran, genangan air mulai perempatan Jalan Thamrin (pompa bensin) hingga masuk kawasan Simpanglima. Meski akhirnya air menyusut, tapi sempat membuat panik pengendara sepeda motor. Beberapa pengendara motor dari arah Tugu Muda berhenti mendadak di tengah jalan begitu melihat genangan air di depan mereka. Padahal, di belakang mereka tidak sedikit mobil berjalan kencang. Suara bel mobil yang saling bersautan pun akhirnya ''memecah'' suara gemuruh hujan. Kesemrawutan arus kendaraan juga terjadi di sekitar bundaran air mancur Jalan Pahlawan. Sebab, air di kawasan tersebut hampir menenggelamkan ban sepeda motor. Beberapa sepeda motor yang nekat ''menyeberang'' akhirnya mogok. Pengendaranya pun akhirnya turun untuk meminggirkan kendaraan. Mobil berbodi pendek yang datang dari Jalan Pahlawan, Jalan Menteri Supeno, Jalan Pandanaran II, Simpanglima, dan Jalan Hayam Wuruk, terpaksa berbalik arah. Kemunculan genangan air juga terjadi di Jalan Raya Kaligawe, Jalan Muktiharjo Raya, dan kawasan Bubakan. Namun, genangan tidak sampai membuat arus kendaraan tersendat. Selain genangan, hujan disertai angin kencang pukul 18.30-19.00 membuat banyak rumah bocor. Selain itu, aliran listrik di sebagian Kota Semarang juga padam. Hal itu antara lain terjadi di kawasan Sampangan dan Jalan Sriwijaya. ''Bersamaan ketika hujan deras sekitar pukul 18.30, listrik juga padam,'' kata Fitri yang menginformasikan situasi di wilayahnya ke Suara Merdeka Jalan Pandanaran. Hujan deras juga membuat ''repot'' pejalan kaki dan pedagang kaki lima. Mereka terpaksa harus mencari tempat berteduh. Ada yang berteduh di emperan toko, di bawah jembatan layang atau jembatan tol, atau terpaksa masuk ke warung, kendati kebanyakan dari mereka tidak bermaksud mampir ke tempat itu. Namun sambil menunggu hujan reda orang-orang itu akhirnya merelakan sebagian uangnya untuk membeli makanan atau minuman. Keadaan normal kembali mulai pukul 20.00, setelah genangan menyusut. (D7-64t) |