
| Senin, 11 November 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Polisi Sita Ribuan Petasan di Pasar Bulu
SEMARANG TENGAH- Menindaklanjuti perintah pimpinan Polda Jateng untuk meningkatkan operasi dengan sasaran petasan dan penyakit masyarakat (pekat) aparat Polsek Semarang Tengah, Minggu (10/11) menyita ribuan petasan dari sejumlah penjual di kawasan Pasar Bulu.
Operasi petasan sejak Sabtu (9/11) malam hingga kemarin siang dengan melibatkan aparat reserse dan Sabhara. Untuk kegiatan kali ini, jelas polisi, sasaran hanya Pasar Bulu. Berdasarkan laporan yang masuk ke polisi, di tempat tersebut banyak penjual kembang api yang juga menyediakan petasan. Petasan dijual sembunyi-sembunyi. Bila menginginkan petasan pembeli tak bisa langsung mendapatkannya. Mereka harus menunggu beberapa menit lantaran petasan, biasanya disembunyikan di tempat lain. Barang itu baru diambil setelah ada pembeli. Hanya kembang api yang tampak dijual di kios. Hal itu untuk sengaja dilakukan penjual untuk mengelabuhi razia oleh polisi. Bila pembeli mencurigakan, penjual biasanya tidak melayani petasan. Akan tetapi, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Polisi yang merazia sejumlah penjual kembang api di kawasan Pasar Bulu mendapatkan juga, paling sedikit 25.000 mercon sesdor dan rawit. ''Keberhasilan penyitaan tidak terlepas dari bantuan masyarakat. Ada informasi di Pasar Bulu beredar petasan. Pembeli kebanyakan dari kalangan anak muda,'' tutur polisi. Barang sitaan sekarang disimpan di kantor Polsek Semarang Tengah. Untuk menghindari ledakan petasan direndam air. Lima Penjudi Terjaring Dalam operasi di kawasan Simpanglima, polisi menjaring lima orang yang sedang bermain judi di Jalan Anggrek, tepatnya di belakang Mal Ciputra. Kelima orang itu berprofesi tukang becak itu dan selanjutnya diangkut ke kantor polisi untuk diberi pembinaan. Berdasarkan laporan yang masuk ke Polsek Semarang Tengah, kawasan itu akhir-akhir ini sering digunakan bermain judi. Warga pun dibuat jengkel. Sebab, mereka tidak mau mengindahkan permintaan warga untuk pindah tempat. Karena itu, warga melaporkannya ke Polsek Semarang Tengah. Kelima orang tersebut diciduk dari tempat bermain sekitar pukul 09.00. Setelah diberi pembinaan dan menyatakan bersedia untuk tidak mengulangi perbuatannya, mereka diperbolehkan pulang.(D7-73j) Trik-trik Menjual Petasan
Petasan dijual secara sembunyi-sembunyi. Bila menginginkan petasan, pembeli tak bisa langsung mendapatkannya. Mereka harus menunggu beberapa menit lantaran petasan biasanya disembunyikan di tempat lain. Barang itu baru diambil setelah ada pembeli. Hanya kembang api yang tampak dijual di kios.(45) |