logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 11 November 2002 Ekonomi  
Line

Ada yang Menjaminkan Sedan BMW ke Pegadaian

DARI 53 kantor cabang di lingkungan Kanwil Perum Pegadaian Semarang, Cabang Depok membukukan total omzet tertinggi, yakni Rp 23,5 miliar lebih.

Kenyataan tersebut sekaligus menandakan pegadaian masih dipercayai oleh masyarakat untuk memperoleh kredit atau pinjaman modal secara cepat tanpa berbelit-belit.

Pemimpin Kantor Cabang Depok Drs Mujiono mengungkapkan, dalam sepuluh bulan dari Januari hingga Oktober lalu nilai pinjaman golongan D, baik dengan agunan emas, mobil, motor, maupun barang elektronik meningkat.

Total pinjaman golongan D yang disalurkan ke nasabah kini Rp 14,796 miliar.

"Agunan emas memberikan kontribusi Rp 10,157 miliar, mobil Rp 2,542 miliar, sepeda motor Rp 1,154 miliar, dan selebihnya barang elektronik dan barang yang lain," tutur dia.

Agunan atau jaminan berupa emas masih mendominasi karena simpel. Emas memiliki nilai pakai dan harga jual tinggi di pasaran. Logam mulia itu juga praktis dibawa sehingga tak perlu banyak tempat.

Beberapa kantor pegadaian kini saling bersaing memberikan layanan kredit cepat dan proses tak berbelit-belit. Itulah yang membuat calon nasabah lebih melirik pegadaian daripada perbankan.

Apalagi modal yang diinginkan bisa dilayani hanya dalam 15 menit. Keadaan itu mungkin jarang terjadi di perbankan. Namun, layanan cepat itu mensyaratkan administrasi harus lengkap.

Mujiono menambahkan, pegadaian kini bukan hanya diminati oleh kalangan menengah ke bawah. Masyarakat elite atau kelas atas pun kini banyak yang menggadaikan harta benda mereka di pegadaian.

Ada mobil mewah, misalnya sedan, yang digadaikan pemiliknya untuk mendapatkan pinjaman cepat.

"Nasabah papan atas ini termasuk tipe yang suka berspekulasi. Mereka kebanyakan bergelut di bisnis dan membutuhkan dana segar dengan proses cepat," tutur dia.

Baru-baru ini Pegadaian Depok menerima agunan mobil BMW. Mobil tipe 3181 keluaran 1997 itu diberi taksiran pinjaman Rp 100 juta. Namun, mobil itu sudah ditebus oleh pemiliknya sebelum jatuh tempo.

"Orang semula menyangka pegadaian itu sulit dan tak mampu mencairkan kredit ratusan juta rupiah. Namun, anggapan itu salah. Buktinya kami mampu mencairkan kredit Rp 100 juta untuk mobil BMW. Mungkin ini kali pertama terjadi di Jateng," paparnya.

Berbag.ai Merek

Bahkan, hingga pekan lalu gudang Kantor Cabang Pegadaian Depok dihuni banyak mobil berbagai merek. Mulai mobil keluaran tahun lama hingga terbaru, antara lain Daihatsu Hijet 1000 (1985), Daihatsu Espass (1997), Isuzu Panther (1995), sedan Great Corolla (1994), dan Daihatsu Taruna (2002).

"Jika dihitung, rata-rata 10-15 unit mobil/bulan digadaikan di tempat ini," jelasnya.

Daryono (48), karyawan gudang Kantor Cabang Pegadaian Depok yang bekerja 20 tahun menyatakan, agar nasabah puas dan tak kapok menggadaikan mobilnya, dia memberikan servis terbaik.

Mobil tersebut dirawat dan dibersihkan. Dua hari sekali mesin mobil dihidupkan agar kondisinya terjaga baik.

"Pernah kami mendapati mobil ngadat mesinnya. Terpaksa kami bantu dengan aki kantor. Bahkan, ada yang bahan bakarnya habis, sehingga kami tak bisa berbuat banyak. Paling-paling kami menunggu hingga pemiliknya datang mengambil," kata dia.

Dia juga tak segan-segan mencuci mobil saat akan diambil atau ditebus oleh pemiliknya. Untuk itu, dia memperoleh imbalan dari si empunya.

"Nasabah itu ibarat raja. Mereka harus dilayani sebaik-baiknya biar puas dan tak kapok kembali ke sini," ungkapnya.

Sementara itu, Humas Kanwil Perum Pegadaian Semarang Humam Mushodik memperkirakan, omzet ke-53 kantor cabang tahun ini akan meningkat 30%. Peningkatan itu karena momentum Lebaran, Natal, dan Tahun Baru 2003.

Untuk mengimbangi hal itu, pihaknya memerintah masing-masing kantor cabang meningkatkan pelayanan kepada nasabah sesuai dengan semboyan Perum Pegadaian, yakni "mengatasi masalah tanpa masalah".

Pihaknya mematok target omzet pada akhir 2002 Rp 372 miliar. Realisasinya hingga Agustus lalu telah mencapai Rp 258 miliar.

Realisasi pendapatan sewa modal hingga Agustus lalu Rp 22,204 miliar atau 76,84% dari target pada tahun ini senilai Rp 28,896 miliar.

Pencapaian tertinggi kini diraih Anak Cabang Anjasmoro (138,64%), disusul Anak Cabang Pesayangan (105,09%). Pencapaian terendah terjadi pada CPP Gajah (45,99%).

Nasabah di Kanwil Perum Pegadaian Semarang hingga Agustus 2002 tercatat 681.231 orang atau 66,46% dari target tahun ini, yakni 1.025.079 orang.

Hingga kini nasabah masih didominasi oleh golongan petani (35,95%), disusul nelayan (7,35%), industri (4,03%), pedagang (19,05%), dan karyawan (9,00%). (Arwan Pursidi-53e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA