logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 11 November 2002 Ekonomi  
Line

Operasi Pasar bila Harga Terlalu Tinggi

SEMARANG- Meski pemerintah pusat menyatakan persediaan bahan pokok pada hari raya tahun ini cukup, Pemprov Jateng melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan tetap siap melakukan operasi pasar.

Wakil Kepala Dinas Drs Sukaton mengatakan operasi pasar akan dilakukan bila keadaan mendesak. Misalnya kenaikan harga terlalu tinggi dan stok di pasar menipis.

''Kapan saja diperlukan, kami siap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan operasi pasar,'' ungkap dia di kantor Jalan Ki Mangunsarkoro, kemarin.

Dia mengemukakan, operasi pasar dilakukan oleh tim dengan koordinasi produsen, distributor, dan asosiasi pengusaha. Tugas tim mengoordinasi stok dan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat, pemantauan harga, dan mengidentifikasi masalah dan merumuskan pemecahannya untuk diteruskan kepada instansi terkait dan dunia usaha.

''Akan tetapi dengan catatan operasi dilakukan bila kondisi di lapangan memang mendesak, yakni harga-harga naik tajam dan stok berkurang.''

Sukaton mengungkapkan, berdasarkan pengamatannya atas harga-harga pokok yang juga dipantau oleh petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan setiap hari, kenaikan harga masih dalam taraf wajar.

Artinya, belum terlalu mengkhawatirkan sehingga belum perlu dilakukan operasi pasar. Berdasarkan pantauan memang ada kenaikan berkisar 5% yang disebabkan oleh permintaan naik, tapi sekarang sudah stabil lantaran stok cukup.

Memperpendek Distribusi

Dia menjelaskan, salah satu langkah antisipatif yang dilakukan bila terjadi kelangkaan bahan pokok di sebuah tempat adalah memperpendek jalur distribusi agar cepat sampai ke konsumen.

''Dengan demikian, diharapkan harga bisa terkendali karena stok melimpah. Dalam hal ini kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait yang berkompeten.''

Sukaton menuturkan, dari laporan harian hasil pantauan instansinya juga bisa mengidentifikasi daerah mana yang mengalami kekurangan pasokan dan yang kelebihan.

''Kami sudah mengimbau satuan tugas di daerah untuk lebih aktif ke lapangan mencari data mengenai harga-harga di pasar.''

Sementara itu berdasarkan pantauan di sejumlah pasar di Semarang, setelah awal puasa pekan lalu bergerak naik, kemarin harga bahan pokok lebih stabil. Harga-harga sama dengan dua hari sebelumnya.

Contohnya minyak goreng curah kualitas I dijual Rp 5.000/kg, kualitas II Rp 4.700/kg. Lalu telur ayam ras Rp 7.500/kg, gula pasir Rp 3.500/kg, dan gula pasir impor putih Rp 3.800/kg.

Sejumlah pedagang mengungkapkan, harga dalam dua hari terakhir stabil karena stok melimpah. Namun mereka memperkirakan keadaan itu tidak akan bertahan lama. Apalagi menjelang Lebaran nanti.

''Kenaikan harga bahan pokok biasanya dipicu oleh peningkatan permintaan masyarakat sehingga persediaan makin berkurang,'' ujar Hudi (40), pedagang bahan pokok di Pasar Johar.(G2-53j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA